14 Mei 2012

Kami Sedang disayang dan diajarkan sesuatu

Setahun sudah sejak bapak mulai sakit.. Banyak hal yang terjadi setahun belakangan ini, banyak kejadian yang benar - benar merubah hidupku dan keluargaku.

Semua berawal dari sakit kepala yang diderita oleh bapak, entah kenapa sakit yang umumnya diderita kebanyakan orang mampu ngerubah hidupku dan keluargaku. Sangat tidak terduga ketika hasil ct scan menunjukkan ada masa 5 titik di otak. Kemudian berbagai tes dan pemeriksaan lab mulai dilakukan, merupakan pulukan besar bagi bapak dan keluarga kami ketika dokter mengatakan bapak menderita kanker paru yang sudah metastase sampai ke otak. 

Berbagai pengobatan mulai diupayakan dari yang tradisional sampai tekhnologi medis modern, namun hasilnya tidak menunjukkan perkembangan bahkan kondisi semakin menurun. 

Terlepas dari perjuangan bapak melawan ganasnya kanker paru banyak hal diluar perkiraan yang terjadi. Kenyataan yang harus dihadapi adalah aku harus berhenti kuliah di Fakutlas Kedokteran Gigi, perjuanganku menempuh study di FKG tidaklah semulus teman - teman seangkatanku, banyak rintangan dan halangan yang harus aku jalani. Karena dari dulu memang jatah dari orang tua pas-pasan aku harus bekerja sambil kuliah unutk meringankan beban biaya kuliah, mulai dari berjualan  telur bebek sampai mejadi konsultan IT. Aku dipaksa menyerah oleh keadaan yang memang tidak memungkinkan, pilihan yang sangat sulit antara operasi orang tua dan melanjutkan study di FKG.

Aku tidak mau menyerah dengan keadaan yang ada, aku mulai berusaha mendapatkan uang lebih banyak dengan bekerja, beruntung saat itu aku masih dipercaya sebagai pengelola warnet sampai akhirnya aku memutuskan untuk bergabung dengan Prudential Indonesia. Saat itu aku bekerja dobel dan tidak mengenal waktu. Pikiranku hanya satu, aku harus mandiri. Tidak gampang memang masuk kedunia yang sangat asing bagiku, namun hanya itu pilihan.

Awal april aku mulai kuliah di Fakultas Ekonomi, karena harapan orang tua sangatlah besar agar anaknya sarjana, meski dengan biaya sendiri aku bertekad harus kuliah. 

Aku selalu berusaha untuk mencari obat untuk bapak dan semangat untuk kerja, sampai akhirnya pertengahan bulan lalu aku mengalami kecelakaan dan harus menggunakan gips di kaki kiri, jelas pukulan besar bagiku. Aku hanya bisa pasrah mungkin Tuhan mempunyai rencana lain yang lebih baik. 5 Hari lalu bapak kembali masuk rumah sakit saat aku harus menggunakan 2 tongkat sebagai bantuan untuk berjalan. 
Selama masa pemulihan aku hanya bisa bekerja secara online untuk mencari nasabah, aku tidak mau menyerah dengan keadaan ini. Aku yakin pasti ada jalan keluar dari semua permasalahan ini. 


Aku yakin kami sedang disayang oleh Tuhan dan diajarkan lebih banyak tentang hidup, hanya saja aku masih belum bisa menemukan apa arti dari semua kejadian ini. Satu hal yang dapat aku rasakan adalah aku semakin bisa tabah dan pasrah menghadapi semua cobaan ini, aku tidak mau menyerah. Entah sampa kapan aku tak pernah tau. Beruntung aku punya orang" yang masih perhatian dan selalu memberi semangat. 

Saat ini aku merasakan bagaimana mereka dengan keterbatasan fisik menghadapi hidup, itu merupakan semangat yang luar biasa bagiku. Ini hanya cara bagaimana kita menghadapi masalah bukan seberapa besar masalah yang datang kepada kita. Akhirnya aku mengerti kalau waktu sangatlah berharga, disaat sehat banyak waktu yang aku buang percuma untuk hal - hal yang tidak penting, semoga kedepannya aku bisa mempergunakan waktuku lebih bermaanfaat dan berguna bagi orang lain yang membutuhkan. 

Sebuah pelajaran hidup yang harus aku bayar dengan harga yang tidak dapat dinilai dengan uang.

Terima Kasih Tuhan atas anugrah dan pelajaran yang Engkau berikan.

4 komentar

Sabar bli, dibalik sesuatu pasti ada sesuatu..

Sekarang sedang diuji dan ketika lulus, pasti sudah menjadi manusia yang lebih berkualitas..

Semoga cepat sembuh untuk bli dan juga bapak...


EmoticonEmoticon