Results for JOURNEY OF MY LIFE
jika aku adalah kata, maka ucapkanlah akujika aku adalah angin, maka rasakanlah akujika aku adalah suara, maka dengarkanlah akujika aku adalah cahaya, maka lihatlah akuaku ada karenamu, dan kamu ada karenakukita saling terkait dalam satu ikatan tak terpisahkan ruang dan waktukita adalah satu, satu adalah kitajika aku adalah kosong, maka biarkanlah kekosongan ini menjadi bagian dari dirimukarena dalam kekosongan engkau dapat merasakankuapa yang engkau cari, apa yang menjadi tujuanmu... itu adalah aku
Hidup adalah pilihan.namun banyak orang memilih untuk menjadi seperti apa yang orang lain mau, dengan berbagai alasan.tenangkah batinmu? relakah engkau?kadang berat untuk menjadi diri sendiri, namun setidaknya aku temukan kebahagiaan dengan caraku sendiri.karena aku tau hidup ini begitu singkat, dan aku tak mau kehilangan setiap detikku untuk menjadi orang lain.
Jika aku memang harus putih aku akan menjadi putih, jika aku memang harus hitam aku akan hitam.
sepertinya aku mulai menemukan jati diriku yang telah lama hilang. berharap selalu dapat bisa menjadi diri sendiri. apapun resikonya.
karena aku adalah kamu 
Karena aku laki-laki. 

                                                                                                 by : Putu Suardiana Utama
putu suardiana June 05, 2013
Read more ...
Hari ini benar-benar mantap, bisa dibilang gokil hahaha.. Mengingat kejadian hari ini ingin rasanya tertawa dan teriak dengan lantang.
Bermula dari telefon teman menanyakan tugas akutansi II. Badan udah ngerasa ga enak pegel banget pagi ini. Sejak pagi aku sibuk dikamar dengan tugas dan persiapan untuk ujian akhir hari ini. Tiga mata kuliah, untung saja tidak seperti di FKG dulu yang membuat otakku dipaksa melar ketika ujian.
Sebenarnya keanehan udah aku rasain dari siang ketika aku buat tugas akutansi. Gila sampe 2 kali salah menyalin deretan angka dari formula yang aku buat semalam. Tapi akhirnya selesai juga, yah dengan perjuangan dan kesabaran tingkat dewa LOL. 
Jam udah menunjukkan pukul 17.00 WITA waktunya mandi, siap-siap berangkat kampus menyambut hari terakhir Ujian Akhir Cawu. Selesai sembahyang aku berangkat. Sejak meninggalkan kosan udah mendung tapi dengan keyakinan tinggi aku yakin ga hujan.. Sampai di Jln. WR. Supratman tiba-tiba hujan turun deras banget, akhirnya aku berteduh disamping toko yang menjual jas hujan. Dalam pikiranku apapun yang terjadi aku harus ikut ujian hari ini, namun sekali lagi hal aneh terjadi lagi. Ketika aku tanya harga jas hujan 
Me       : "mas ini jas hujan berapaan?"
Penjual : "100rb mas."
merasa kaget denger harga jas hujan yang biasanya aku beli 40rb, aku tanya yang satu lagi.
Me       : "kalo yang ini berapa?"
Penjual : "yang itu 60rb"
Buset jas hujan yang biasa 20rban dijual 60rb??????????
aku diam aja, ga jadi beli. "Mending kehujanan dari pada beli jas hujan dengan harga gila kayak gitu" gumanku dalam hati. 
Akhirnya aku lanjutkan perjalanan meski kehujanan, eh tiba-tiba lihat Indomaret. Langsung aja aku mampir, kebetulan rokokku juga habis. Saat didalam aku lihat jas hujan dengan harga Rp.8.000,- tanpa pikir panjang aku ambil. Setalah ambil jas hujan, tissue, minuman vit C ( takut sakit, jaga-jaga stamina :D) dan rokok, segera kubayar dengan harapan bisa cepat kekampus. Dengan hati gembira aku keparkiran segera membuka belanjaanku, barang pertama yang kucari adalah jas hujan. Setelah kubuka ternyata DOeeenggggg!!!!!!!!!!!! jas hujan ukuran anak SD... aaaaarrrrrrghhhhhhhhhh ingin rasanya aku teriak disana. "pantes aja harganya murah" gumanku, sementara hujan makin deras. Aku diam sejenak sambil menikmati minuman vit C dan sebatang rokok. "Semoga saja ada taxi atau temen bawa mobil lewat" kataku. Tanpa disangka aku bertemua dengan dokter yang merawat bapakku. "Nunggu hujan ya?" kata dokter saji. "Iya dok" balasku ramah. " ohh duluan ya.." kata dokter saji sambil berlalu naik kemobilnya. Sial kenapa ga aku minta numpang aja sama dia... (Kebodohan I).
Setelah merenung akhirnya aku menemukan ide untuk kekampus dengan menggunakan plastik dan jas hujan ukuran anak SD itu ( aku ga mau rugi ini jas hujan musti berfungsi pikirku).
Sampai dikampus aku langsung menuju ruang ujian. Mau masuk, kakiku tertahan melihat tidak ada bangku kosong disana.. yahhhh apes banget. " ya udah lah besok nyusul aja ni ujian koperasi" pikirku. Aku duduk dengan Wayan temanku sambil merokok dan ngobrol-ngobrol ringan. Setelah dosen keluar aku menuju kantin dengan teman kampus, seneng banget bisa ngumpul bareng temen-temen sambil mesen minum dan ketawa bersama. Pas kopi dateng aku malah dipanggil Bebbo " bli tu ayo ujian koperasi, nyusul bareng aku" kata Bebbo, tanpa pikir panjang aku langsung masuk keruang dosen dengan persenjataan sebatang pulpen. 10 menit kemudian aku udah keluar ( biasa anak pinter hahaha.. padahal tadinya aku mungut-mungut soal ujian setelah dosen keluar ruangan. Jadi udah tau soalnya).
Balik lagi ke kantin, eh kopi yang aku pesan dah abis disedot temen-temen hahaha " sayang tu kopinya dingin dibiarin, jadi diminum aja" kata Jaya hahahah. " ga masalah bro" kataku. 
" ke ruangan yuk" kata jaya. Berbondong-bondong kami naik ke lantai 2 menuju ruang 204. Hampir 1 jam diaam di ruangan dosen ga muncul-muncul. Akhirnya Tari nyari dosennya ke kantor, eh ternyata dosennya nunggu di lab ISP. Buru-buru kami kesana, yeesss aku pemenangnya. Aku sampai pertama di Lab ISP bersama Wayan. 
"Permisi bu.." sapaku kepada dosen. "Koq bodoh banget, siapa yang nyuruh pindah ruangan??" kata dosenku. Aku diam bingung dengan ucapannya. Sambil menuju tempat duduk aku mengambil kertas ujian dan soal yang udah disediakan di meja.
Akhirnya semua teman-temanku udah masuk ruangan dan duduk di bangku masing-masing. "absennya dijalankan!" kata dosenku. "TIDAK ADA WAKTU TAMBAHAN!!! WAKTU UJIAN SEPERTI BIASA!!! INI RESIKO BAGI KALIAN DAN KARENA KEBODOHAN KALIAN SENDIRI!!!".
Aku sih cuek aja denger omongan seprti itu, hal seperti ini dah biasa aku denger pas aku kuliah di FKG dulu, tapi tidak dengan teman-temanku. 
5 soal jawabannya panjang-panjang banget semua menjabarkan dan menjelaskan. "astaga" gumanku, tanpa pikir panjang aku segera menjawab. 25 menit berlalu. "AYO YANG SUDAH KUMPULKAN!"
Aku cuekin aja, tetap sibuk menulis dikit lagi selesai. eh ternyata Wayan dan Ferry belum selesai, yah nunggu temen sambil ngasi jawabanku untuk dicontek mereka. Ternyata Gede udah ngumpul pertama tanpa kusadari, disusul temen-temen lain. Setelah wayan dan ferry selesai aku mengumpulkan lebar jawabanku.
Sampai diluar ruangan terlihar Gede dan Gustu sedang ngobrol, aku samperin mereka. "Jawab semua blitu?" tanya gede. "iya " jawabku. "aku buat 3 aja, emosi ma dosennya" kata gede " woow" kataku. Aku maklum karena kejadian tadi, dan ternyata semua teman-teman pada emosi sama dosennya. Aku ketawa aja karena semua soal dah aku jawab... yah tinggal nunggu hasil aja. "gimana jadi makan ga?" kataku " serempak dek ta dan jaya menjawab " Ga jadi, penonton kecewa". Aku ketawa dalam hati, segera aku pulang, dan beli makan diperjalanan pulang karena perutku lapar banget.. kejadian-kejadian dari berangkat sampai selesai ujian menguras banyak tenaga dan pikiranku. Untung aja pas pulang ga hujan, kalau sampai hujan terpaksa aku pakai jas hujan ukuran anak SD lagi hahahaha.... 
Ahhh lelahnya.. kurasa sekian dulu... mungkin rebahan sambil nonton TV akan mengiringi aku tidur malam ini. Selamat malam teman-teman. Semoga hari kalian menyenangkan.
Untuk yang berkenan baca ceritaku.. aku ucapkan banyak terima kasih...

Silahkan berkomentar apa aja... hehehe masih belajar nulis ni...
putu suardiana November 22, 2012
Read more ...
Setelah setahun berjuang melawan penyakit akhirnya ayahku tercinta menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD Negara. Sebuah pukulan berat yang belum sanggup kuterima, terlebih lagi ibuku dan juga adikku. Dapat kurasakan duka dalam yang sama urasakan.
Namun semua telah terjadi dan mungkin memang sudah waktunya. Aku coba untuk iklas menerima semua ini dan tetap tenang, namun tak sanggup kubendung luapan air mata ini. semua telah berakhir pikirku. Dalam hati kuberdoa semoga ayahku mendapatkan tempat dan jalan yang terbaik. Semoga apa yang telah ia lakukan menjadi semangat dan penguatku dalam menjalani kehidupan sekarang dan nanti.
Setaah 2 minggu sejak kepergian ayahku kembali nenekku meninggalkan dunia fana ini dengan. aku tak kuasa menahan duka yang bertubi - tubi ini. Dalam benakku mulai bertanya kenapa, kenapa dan kenapa????
Kenapa 2 orang dalam doaku Engkau ambil Tuhan??? semua orang hanya bisa bilang sabar mungkin sudah takdir, itu tidak bisa kita lawan sebagai manusia. memang benar tapi perasaan ini tak sanggup menahan semua duka ini.
hampr dua bulan setelah kepergian ayahku, aku mulai sadar dan aku harus segera bangkit untuk menatap masa depan yang lebih baik. Aku tak ingin mengecewakan siapapun. Semoga semua yang telah kau berikan kepadaku menjadi bekal yang bisa aku gunakan kedepannya. Terima kasih telah menjadi ayah dan nenek yang begitu luar biasa untukku, aku bangga menjadi keturunan dari kalian.
Nasehat, petuah dan pelajaran hidup yang telah kalian berikan kepadaku tak akan kulpakan.
Merindukanmu Ayah tercinta ( Drs. I Gede Suyatna, M.Pd) dan nenekku tersayang ( Ni Wayan Rewi). semoga mendapatkan tempat dan jalan yang terbaiik, aku hanya  bisa berdoa kepada Ida Sang Hyang Widi untuk kalian.

putu suardiana July 15, 2012
Read more ...
Setahun sudah sejak bapak mulai sakit.. Banyak hal yang terjadi setahun belakangan ini, banyak kejadian yang benar - benar merubah hidupku dan keluargaku.

Semua berawal dari sakit kepala yang diderita oleh bapak, entah kenapa sakit yang umumnya diderita kebanyakan orang mampu ngerubah hidupku dan keluargaku. Sangat tidak terduga ketika hasil ct scan menunjukkan ada masa 5 titik di otak. Kemudian berbagai tes dan pemeriksaan lab mulai dilakukan, merupakan pulukan besar bagi bapak dan keluarga kami ketika dokter mengatakan bapak menderita kanker paru yang sudah metastase sampai ke otak. 

Berbagai pengobatan mulai diupayakan dari yang tradisional sampai tekhnologi medis modern, namun hasilnya tidak menunjukkan perkembangan bahkan kondisi semakin menurun. 

Terlepas dari perjuangan bapak melawan ganasnya kanker paru banyak hal diluar perkiraan yang terjadi. Kenyataan yang harus dihadapi adalah aku harus berhenti kuliah di Fakutlas Kedokteran Gigi, perjuanganku menempuh study di FKG tidaklah semulus teman - teman seangkatanku, banyak rintangan dan halangan yang harus aku jalani. Karena dari dulu memang jatah dari orang tua pas-pasan aku harus bekerja sambil kuliah unutk meringankan beban biaya kuliah, mulai dari berjualan  telur bebek sampai mejadi konsultan IT. Aku dipaksa menyerah oleh keadaan yang memang tidak memungkinkan, pilihan yang sangat sulit antara operasi orang tua dan melanjutkan study di FKG.

Aku tidak mau menyerah dengan keadaan yang ada, aku mulai berusaha mendapatkan uang lebih banyak dengan bekerja, beruntung saat itu aku masih dipercaya sebagai pengelola warnet sampai akhirnya aku memutuskan untuk bergabung dengan Prudential Indonesia. Saat itu aku bekerja dobel dan tidak mengenal waktu. Pikiranku hanya satu, aku harus mandiri. Tidak gampang memang masuk kedunia yang sangat asing bagiku, namun hanya itu pilihan.

Awal april aku mulai kuliah di Fakultas Ekonomi, karena harapan orang tua sangatlah besar agar anaknya sarjana, meski dengan biaya sendiri aku bertekad harus kuliah. 

Aku selalu berusaha untuk mencari obat untuk bapak dan semangat untuk kerja, sampai akhirnya pertengahan bulan lalu aku mengalami kecelakaan dan harus menggunakan gips di kaki kiri, jelas pukulan besar bagiku. Aku hanya bisa pasrah mungkin Tuhan mempunyai rencana lain yang lebih baik. 5 Hari lalu bapak kembali masuk rumah sakit saat aku harus menggunakan 2 tongkat sebagai bantuan untuk berjalan. 
Selama masa pemulihan aku hanya bisa bekerja secara online untuk mencari nasabah, aku tidak mau menyerah dengan keadaan ini. Aku yakin pasti ada jalan keluar dari semua permasalahan ini. 


Aku yakin kami sedang disayang oleh Tuhan dan diajarkan lebih banyak tentang hidup, hanya saja aku masih belum bisa menemukan apa arti dari semua kejadian ini. Satu hal yang dapat aku rasakan adalah aku semakin bisa tabah dan pasrah menghadapi semua cobaan ini, aku tidak mau menyerah. Entah sampa kapan aku tak pernah tau. Beruntung aku punya orang" yang masih perhatian dan selalu memberi semangat. 

Saat ini aku merasakan bagaimana mereka dengan keterbatasan fisik menghadapi hidup, itu merupakan semangat yang luar biasa bagiku. Ini hanya cara bagaimana kita menghadapi masalah bukan seberapa besar masalah yang datang kepada kita. Akhirnya aku mengerti kalau waktu sangatlah berharga, disaat sehat banyak waktu yang aku buang percuma untuk hal - hal yang tidak penting, semoga kedepannya aku bisa mempergunakan waktuku lebih bermaanfaat dan berguna bagi orang lain yang membutuhkan. 

Sebuah pelajaran hidup yang harus aku bayar dengan harga yang tidak dapat dinilai dengan uang.

Terima Kasih Tuhan atas anugrah dan pelajaran yang Engkau berikan.
putu suardiana May 14, 2012
Read more ...
google.com, pub-2435098089246002, DIRECT, f08c47fec0942fa0
User-agent: Mediapartners-Google Disallow: User-agent: * Disallow: /search Allow: / Sitemap: https://putusuardiana.blogspot.com/sitemap.xml