Results for Manajemen Keuangan

 


Dalam artikel ini, kami akan membagikan 20 judul skripsi 3 variabel dalam bidang manajemen keuangan. Judul-judul ini mencerminkan keragaman topik yang dipelajari dan dieksplorasi oleh para mahasiswa dan juga peneliti. Semoga dapat meenjadi inspirasi dan membantu dalam kelancaran penelitian teman-teman.

Berikut adalah 20 contoh judul skripsi dalam bidang manajemen keuangan yang melibatkan 3 variabel:

  1. "Analisis Pengaruh Struktur Modal, Profitabilitas, dan Ukuran Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan": Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara struktur modal, profitabilitas, dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan. Variabel-variabel ini merupakan faktor penting dalam pengambilan keputusan keuangan perusahaan.
  2. "Pengaruh Kebijakan Dividen, Leverage, dan Likuiditas terhadap Nilai Perusahaan": Skripsi ini akan menguji pengaruh kebijakan dividen, leverage, dan likuiditas terhadap nilai perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi faktor-faktor yang mempengaruhi harga saham dan nilai perusahaan.
  3. "Analisis Pengaruh Tingkat Suku Bunga, Risiko Sistematik, dan Kinerja Keuangan terhadap Keputusan Investasi": Penelitian ini akan menganalisis hubungan antara tingkat suku bunga, risiko sistematik, dan kinerja keuangan terhadap keputusan investasi. Dalam lingkungan bisnis yang dinamis, pemahaman yang baik tentang faktor-faktor ini dapat membantu perusahaan membuat keputusan investasi yang tepat.
  4. "Pengaruh Pertumbuhan Penjualan, Efisiensi Operasional, dan Kebijakan Dividen terhadap Profitabilitas Perusahaan": Skripsi ini akan mempelajari pengaruh pertumbuhan penjualan, efisiensi operasional, dan kebijakan dividen terhadap profitabilitas perusahaan. Analisis ini akan membantu memahami faktor-faktor yang dapat memengaruhi kinerja keuangan perusahaan.
  5. "Analisis Pengaruh Kualitas Aset, Kualitas Laba, dan Risiko Kredit terhadap Keputusan Pemberian Kredit": Penelitian ini akan menguji pengaruh kualitas aset, kualitas laba, dan risiko kredit terhadap keputusan pemberian kredit oleh lembaga keuangan. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan kredit dan risiko kredit.
  6. "Pengaruh Inflasi, Tingkat Pertumbuhan Ekonomi, dan Risiko Sistematik terhadap Nilai Aset Keuangan": Skripsi ini akan menganalisis pengaruh inflasi, tingkat pertumbuhan ekonomi, dan risiko sistematik terhadap nilai aset keuangan. Penelitian ini akan membantu memahami faktor-faktor yang memengaruhi perubahan harga aset keuangan.
  7. "Analisis Pengaruh Volatilitas Pasar, Likuiditas Saham, dan Struktur Kepemilikan terhadap Risiko Investasi": Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara volatilitas pasar, likuiditas saham, dan struktur kepemilikan terhadap risiko investasi. Hasil penelitian ini dapat membantu investor dan manajer dalam mengelola risiko investasi dengan lebih akurat.
  8. "Pengaruh Kebijakan Dividen, Profitabilitas, dan Risiko Keuangan terhadap Nilai Perusahaan": Skripsi ini akan menguji pengaruh kebijakan dividen, profitabilitas, dan risiko keuangan terhadap nilai perusahaan. Dalam penelitian ini, akan dianalisis bagaimana keputusan dividen, kinerja profitabilitas, dan tingkat risiko keuangan perusahaan dapat mempengaruhi nilai pasar perusahaan.
  9. "Analisis Pengaruh Kebijakan Hutang, Pertumbuhan Perusahaan, dan Efektivitas Pajak terhadap Kinerja Keuangan": Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kebijakan hutang, pertumbuhan perusahaan, dan efektivitas pajak terhadap kinerja keuangan. Variabel-variabel ini memiliki potensi untuk mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan dalam jangka panjang.
  10. "Pengaruh Likuiditas, Struktur Modal, dan Kebijakan Dividen terhadap Nilai Perusahaan pada Industri Keuangan": Skripsi ini akan menguji pengaruh likuiditas, struktur modal, dan kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan dalam industri keuangan. Dalam penelitian ini, akan diteliti bagaimana faktor-faktor ini dapat mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan dalam konteks industri keuangan.
  11. "Analisis Pengaruh Variabilitas Laba, Kebijakan Investasi, dan Kualitas Informasi terhadap Risiko Perusahaan": Penelitian ini akan menganalisis pengaruh variabilitas laba, kebijakan investasi, dan kualitas informasi terhadap risiko perusahaan. Dalam lingkungan yang penuh ketidakpastian, memahami faktor-faktor yang mempengaruhi risiko perusahaan sangat penting bagi pengambilan keputusan keuangan yang baik.
  12. "Pengaruh Struktur Kepemilikan, Likuiditas Saham, dan Volatilitas Pasar terhadap Keputusan Pemecahan Saham": Skripsi ini akan mempelajari pengaruh struktur kepemilikan, likuiditas saham, dan volatilitas pasar terhadap keputusan pemecahan saham. Penelitian ini akan menggali faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan perusahaan dalam melakukan pemecahan saham.
  13. "Analisis Pengaruh Kinerja Keuangan, Ukuran Perusahaan, dan Volatilitas Laba terhadap Kebijakan Dividen": Penelitian ini akan menganalisis pengaruh kinerja keuangan, ukuran perusahaan, dan volatilitas laba terhadap kebijakan dividen. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan perusahaan dalam membayar dividen kepada pemegang saham.
  14. "Pengaruh Variabilitas Tingkat Suku Bunga, Efektivitas Manajemen Risiko, dan Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan Asuransi": Skripsi ini akan menguji pengaruh variabilitas tingkat suku bunga, efektivitas manajemen risiko, dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan asuransi.
  15. "Analisis Pengaruh Kualitas Audit, Leverage, dan Keputusan Investasi terhadap Nilai Perusahaan": Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas audit, leverage, dan keputusan investasi terhadap nilai perusahaan. Variabel-variabel ini memiliki peran penting dalam menentukan performa keuangan perusahaan dan dapat memengaruhi persepsi investor terhadap nilai perusahaan.
  16. "Pengaruh Tingkat Pajak, Struktur Kepemilikan, dan Kinerja Keuangan terhadap Kebijakan Hutang": Skripsi ini akan menguji pengaruh tingkat pajak, struktur kepemilikan, dan kinerja keuangan terhadap kebijakan hutang perusahaan. Analisis ini akan membantu memahami faktor-faktor yang memengaruhi keputusan perusahaan dalam memilih struktur modal yang optimal.
  17. "Analisis Pengaruh Kebijakan Dividen, Efisiensi Operasional, dan Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan": Penelitian ini akan menganalisis pengaruh kebijakan dividen, efisiensi operasional, dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan. Dalam penelitian ini, akan dievaluasi hubungan antara faktor-faktor ini dan bagaimana pengelolaan keuangan perusahaan dapat mempengaruhi nilai perusahaan.
  18. "Pengaruh Inflasi, Volatilitas Mata Uang, dan Risiko Politik terhadap Keputusan Investasi MultinasionaI": Skripsi ini akan menguji pengaruh inflasi, volatilitas mata uang, dan risiko politik terhadap keputusan investasi perusahaan multinasional. Penelitian ini akan membantu memahami faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan investasi dan risiko yang dihadapi oleh perusahaan yang beroperasi di lingkungan bisnis global.
  19. "Analisis Pengaruh Kualitas Corporate Governance, Likuiditas Saham, dan Struktur Modal terhadap Kinerja Keuangan": Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas corporate governance, likuiditas saham, dan struktur modal terhadap kinerja keuangan perusahaan. Faktor-faktor ini merupakan elemen penting dalam pengelolaan keuangan yang efektif dan dapat mempengaruhi performa keuangan perusahaan.
  20. "Pengaruh Keputusan Investasi, Leverage, dan Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan pada Industri Teknologi": Skripsi ini akan mempelajari pengaruh keputusan investasi, leverage, dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan dalam industri teknologi. Penelitian ini akan memberikan wawasan tentang faktor-faktor yang dapat memengaruhi performa keuangan dan nilai pasar perusahaan di sektor teknologi yang dinamis dan inovatif.

 

Penelitian-penelitian dalam manajemen keuangan menggali hubungan antara berbagai variabel yang berperan dalam pengambilan keputusan keuangan perusahaan.

putu suardiana May 17, 2023
Read more ...
Depresiasi adalah penurunan dalam nilai fisik properti seiring dengan waktu dan penggunaannya. Dalam konsep akuntansi, depresiasi adalah pemotongan tahunan terhadap pendapatan sebelum pajak sehingga pengaruh waktu dan penggunaan atas nilai aset dapat terwakili dalam laporan keuangan suatu perusahaan. Depresiasi adalah biaya non-kas yang berpengaruh terhadap pajak pendapatan. 
Depresiasi didasarkan pada 3 faktor :
1.     harga perolehan : biaya yang dikeluarkan sampai aktiva siap digunakan
2.     nilai sisa : jumlah yang akan diterima pada saataktiva itu dijual atau ditarik dari penggunaannya
3.     masa manfaat : jangka waktu pemakaian aktiva yang diharapkan oleh perusahaan.
a.     factor fisik contoh : kerusakan
b.     factor ekonomi
1.ketidaklayakan : apabila suatu aktiva tidak berguna lagi bagi perusahaan tertentu karena permintaan akan produk perusahaan itu telah meningkat.
2. penggantian, penggantian suatu aktiva dengan aktiva lainnya yang lebih efisien.

Properti yang dapat didepresiasi harus memenuhi ketentuan berikut:
1. Harus digunakan dalam usaha atau dipertahankan untuk menghasilkan pendapatan.
2. Harus mempunyai umur manfaat tertentu, dan umurnya harus lebih lama dari setahun.
3. Merupakan sesuatu yang digunakan sampai habis, mengalami peluruhan/ kehancuran, usang, atau mengalami pengurangan nilai dari nilai asalnya.
4. Bukan inventaris, persediaan atau stok penjualan, atau properti investasi.
Properti yang dapat didepresiasi dikelompokkan menjadi:
- nyata (tangible): dapat dilihat atau dipegang. Terdiri dari properti personal (personal property) seperti mesin-mesin, kendaraan, peralatan, furnitur dan item-item yang sejenis; dan properti riil (real property) seperti tanah dan segala sesuatu yang dikeluarkan dari atau tumbuh atau berdiri di atas tanah tersebut.
- tidak nyata (intangible). Properti personal seperti hak cipta, paten atau franchise.
Depresiasi merupakan komponen penting dalam analisis ekonomi teknik, karena:
1. Dapat dipergunakan untuk mengetahui nilai suatu asset sesuai dengan waktu.
2. Dapat dipergunakan untuk mengalokasikan depresiasi (accounting depreciation) nilai asset tersebut. Pengalokasian tersebut dipergunakan untuk menjamin bahwa asset yang telah diinvestasikan dapat diperoleh kembali setelah masa layannya selesai.
3. Dengan depresiasi dapat dipergunakan untuk pengurangan pengenaan pajak dengan jalan bahwa asset yang diinvestasikan diperhitungkan sebagai biaya produksi, sehingga hal ini berkaitan dengan pajak.


METODE GARIS LURUS
Tahun
Jml terdepresiasi
Biaya depresiasi
Akumulasi depresiasi
Nilai buku
19x1
19x2
19x3
19x4
19x5
12.000.000
12.000.000
12.000.000
12.000.000
12.000.000
2.400.000
2.400.000
2.400.000
2.400.000
2.400.000
2.400.000
4.800.000
7.200.000
9.600.000
12.000.000
10.600.000
8.200.000
5.800.000
3.400.000
1.000.000

  1. tariff depresiasi
  1. depresiasi pertahun
  1. nilai buku setelah 5 tahun
  1. tariff depresiasi : 100% / umur taksiran
  1. depresiasi : (harga perolehan – nilai sisa) x tariff depresiasi/tahun
  1. nilai buku
Tahun
Jml terdepresiasi
Tariff
Biaya depresiasi
Akumulasi depresiasi
Nilai buku
19x1
19x2
19x3
19x4
19x5
13.000.000
7.800.000
4.680.000
2.808.000
1.685.000
40%
40%
40%
40%
40%
5.200.000
3.120.000
1.872.000
1.123.000
685.000
5.200.000
8.320.000
10.192.000
11.315.000
12.000.000
7.800.000
4.680.000
2.808.000
1.685.000
1.000.000


Dalam metode garis lurus maka nilai terdepresi / nilai yang didepresiasikan dari sebuah aktiva dibagi rata sepanjang taksiran umur manfaat aktiva tersebut.
Depresiasi=( Nilai Aktiva – Residu ) / Taksiran Umur Manfaat
contoh
Sebuah truk dibeli oleh PT Suka Maju pada tgl 1 Februari 19x1, harga beli Rp. 12.000.000, biaya perbaikan Rp. 1.000.000 taksiran nilai residu Rp. 1.000.000, taksiran masa manfaat 5 tahun, tentukan depresiasi
biaya depresiasi = 13.000.000 – 1.000.000 / 5 : 2.400.000
table depresiasi
Hitunglah
dari suatu aktiva yang berharga Rp. 10.000.000 yang dibeli tanggal 5 Januari. Setelah akhir umur manfaatnya selama 10 tahun nilai sisa Rp. 2.000.000.
: 100% / 10 : 10%
 : 10.000.000 – 2.000.000 x 0,1
: 800.000/ tahun
depresiasi selama 5 tahun : 800.000 x 5 = Rp. 4.000.000
nilai buku : harga perolehan – akumulasi depresiasi
 : 10.000.000 – 4.000.000
: 6.000.000

METODE UNIT PRODUKSI
Dalam metode ini nilai depresiasi tergantung kepada banyaknya produksi yang sudah dihasilkan oleh aktiva tersebut ( biasanya berupa mesin produksi ). Semakin banyak produksi yang dihasilkan oleh mesin tersebut maka akan semakin banyak pula depresiasinya.
Depresiasi =( Produksi yang dihasilkan / Taksiran Kemampuan Berproduksi ) x Nilai Terdepresi
Contoh :
PT Kita membeli mobil bekas seharga Rp. 600.000 dan mengeluarkan Rp. 150.000 sebagai biaya reparasi, berapa depresiasinya dan nilai buku pada akhir tahun kedua jika mobil tersebut mempunyai nilai sisa Rp. 150.000 dan taksiran umur manfaat 85.000 km lagi, pada tahun pertama mobil dipakai sejauh 12.000 km dan tahun ke dua menempuh 14.000 km
depresiasi perunit : 750.000 – 150.000 / 85.000 km
: Rp 7 / km
Depresiasi th 1 : 7 x 12.000 : 84.000
th 2 : 7 x 14.000 : 98.000
akumulasi depresiasi : 84.000 + 98.000 = 182.000
nilai buku akhir tahun kedua : 750.000 – 182.000 = 568.000

METODE SALDO MENURUN GANDA
Metode ini tidak memperhitungkan adanya nilai sisa / residu. Depresiasi tiap periode menggunakan prosentasi yang sama akan tetapi menghasilkan nilai yang berbeda karena nilai depresiasi pertama mengurangi nilai aktiva pada periode kedua dan seterusnya. Artinya nilai aktiva setiap periode selalu berbeda karena nilai aktiva menurun.
Prosentasi Depresiasi =( 100% / taksiran umur manfaat )x2 
Depresiasi Periode 1= Prosentase Depresiasi xNilai Aktiva Periode 1
DEpresiasi Periode 2 =Prosentase Depresiasi x Nilai Aktiva Periode2. Dimana nilai aktiva periode 2 adalah nilai aktiva awal dikurangi nilai depresiasi periode 1.
contoh :
Sebuah truk dibeli oleh PT Bromo pada tgl 1 Januari 19x1, harga beli Rp. 12.000.000, biaya perbaikan Rp. 1.000.000 taksiran nilai residu Rp. 1.000.000, taksiran masa manfaat 5 tahun, tentukan depresiasi
biaya depresiasi : 13.000.000 x 40% : 5.200.000
Jika suatu aktiva mempunyai nilai sisa maka depresiasi untuk tahun terakhir dihitung sbb :
Depresiasi : Nilai buku awal tahun terakhir – nilai sisa
: 1.685.000 – 1.000.000 : 685.000
METODE JUMLAH ANGKA TAHUN
Dalam metode ini depresiasi pada periode pertama jumlahnya paling besar dan dan pada periode terakhir depresiasinya paling kecil. Jadi depresiasi setiap periode berkurang sesuai dengan jumlah angka tahun taksiran umur manfaatnya. Jika taksiran umur manfaat n tahun maka cara menghitungnya adalah
S = n(n+1)/2
Depresiasi tahun 1 =( n / S ) x Nilai Terdepresi
Depresiasi tahun 2=( ( n-1 )/ S ) x Nilai Terdepresi 
Depresiasi tahun 3=( ( n-2 ) / S ) x Nilai Terdepresi
Seterusnya sampai habis taksiran umur manfaatnya.
Contoh :
Sebuah mesin dibeli oleh PT Texmaco, berapa depresiasinya untuk 2 tahun pertama jika mesin punya nilai sisa 192.000 dan taksiran umur manfaat 25 tahun, harga mesin tersebut 1.350.000
Jawab
S : 25 (25+1) / 2 : 325
Jumlah terdepresiasi : 1.350.000 – 192.000 : 1.158.000
Depresiasi : jumlah terdepresiasi x angka pecahan
Th 1 : 1.158.000 x 25/325 : 89.077
2 : 1.158.000 x 24/325 : 85.513

putu suardiana June 27, 2013
Read more ...
Time Value of Money adalah nilai waktu dari uang, di dalam pengambilan keputusan  jangka panjang, nilai waktu memegang peranan penting.
Seiring dengan pesatnya perkembangan bisnis, konsep nilai waktu dari uang       ( time value of money ) telah mendapat tempat yang demekian penting.
Berikut adalah beberapa contoh terapan yang terkait dengan konsep nilai waktu dari uang :
-  Tabungan
-  Pinjaman bank
Konsep nilai waktu uang di perlukan oleh manajer keuangan dalam mengambil keputusan ketika akan melakukan investasi pada suatu aktiva dan pengambilan keputusan ketika akan menentukan sumber dana pinjaman yang akan di pilih.
Suatu jumlah uang tertentu yang di terima waktu yang akan datang jika di nilai sekarang maka jumlah uang tersebut harus di diskon dengan tingkat bunga tertentu (discountfactor). Tentunya hal ini akan sangat membantu kita dalam perencanaan-perencanaan dimasa mendatang. Banyak hal yang dapat kita perhitungkan menggunakan rumus-rumus dari perhitungan present value, future value, present anuity dan future anuity seperti merencanakan tabungan pendidikan untuk anak-anak dan tabungan masa depan.
Suatu jumlah uang tertentu saat ini di nilai untuk waktu yang akan datang maka jumlah uang tersebut harus di gandakan dengan tingkat bunga tertentu ( Compound factor)

Future Value      
Nilai masa depan merupakan nilai dari jumlah dana yang ada sekarang pada suatu tanggal tertentu di masa depan dengan mengaplikasikan bunga majemuk (compound interest) dalam satu periode waktu tertentu. Compounding merupakan perhitung nilai masa depan berdasarkan nilai masa kini.


Formula dari Future Value:
FV= PV x (1+i)n
Keterangan :
  FV = Future Value / Nilai Mendatang
  PV= Present Value / Nilai sekarang / Arus Kas Awal
  i  = Rate / Tingkat Bunga
  n = Tahun Ke-n (dibaca dan dihitung pangkat n)

present value (PV)
Selain itu, kita juga bisa menghitung nilai tunai sekarang dari sejumlah uang yang akan diterima dalam suatu periode di masa yang akan datang.
PV = FVn / (1 + r)n
Keterangan :
  PV = Present Value / Nilai Sekarang
  FVn  = Arus kas pada tahun ke-n
  r = Rate / Tingkat bunga
  n = Tahun Ke-n (dibaca dan dihitung pangkat n)



Mencari nilai i (persentase bunga)
FV = PV x (1+i)n
(1+i)n = FV  / PV



KONSEP ANUITY
Anuitas adalah serangkaian pembayaran dalam jumlah yang sama yang dilakukan selama jangka waktu yang tetap dalam periode yang telah ditentukan. Beberapa contoh dari perhitungan anuitas dalam keuangan individu, misalnya cicilan bulanan kredit mobil atau rumah dan pembayaran biaya kontrak rumah bulanan. Arus kas ini bisa merupakan arus kas masuk sebagai pengembalian atas investasi maupun arus keluar yang dialokasikan sebagai tujuan investasi.

FUTURE VALUE ANUITY
Nilai masa depan anuitas memberikan nilai dari sebuah perencanaan tabungan yang dilakukan secara tetap baik besaran dan waktunya selama jangka waktu tertentu. Misalkan Anda memutuskan untuk menyisihkan atau menabung sebesar Rp 5 juta setiap akhir tahun selama 30 tahun untuk persiapan dana di saat Anda pensiun. Dengan asumsi bunga yang bisa didapat adalah sebesar 12 persen per-tahun, berapa jumlah dana yang terkumpul setelah 30 tahun?
Perhitungan ini dapat dilakukan dengan Rumus dari nilai masa depan Anuitas:
FVA = PMT x (1+i)n-1+ PMT x(1+i)n-2 + … + PMT(1+i)0
di mana :
  FVA  =  Future Value Anuity.
  PMT = Pembayaran secara periodic (ex:  tabungan, cicilan)
  i = tingkat suku bunga
  n =periode.

PRESENT VALUE ANUITY
Sementara itu, nilai tunai (nilai saat ini) dari sejumlah anuitas (PVA à Present Value Anuity) merupakan kebalikan dari FVA,
PVA = PMT/(1+i)1 + PMT/(1+i)2 + … + PMT/(1+i)n
Dimana
  PVA adalah present Value Anuity
  PMT adalah pembayaran (ex: tabungan, cicilan, dll)
  i adalah tingkat suku bunga
  n adalah jangka waktu pembayaran.
PVA Anuitas Biasa
FVA di mana serangkaian pembayarn yang sama jumlahnya dilakukan pada akhir tiap periode.
PVA Anuitas Jatuh Tempo
PVA di mana serangkaian pembayaran yang sama jumlahnya dilakukan pada awal tiap periode.

ALIRAN ARUS KAS YANG TIDAK MERATA
PV = CF1/(1+i)1 + CF2/(1+i)2 + … + CF3/(1+i)n
FV = CF1(1+i)n-1 + CF2(1+i)n-2 + … + CFn
Dimana :
CF = Cas Flow

Dengan dimengerti konsep nilai waktu uang ini maka Anda bisa mempraktekkannya kedalam perencanaan keuangan yang kita dimasa depan.
Dengan mengetahui nilai tujuan keuangan masa depan, kita dapat menghitung berapa besar tabungan yang harus kita sisihkan guna mencapai tujuan dimasa depan.
Konsep bunga berbunga atau bunga majemuk dengan penekanan pada anuitas sangatlah penting untuk dipahami oleh semua individu karena memberikan suatu alternatif perhitungan investasi guna mencapai tujuan keuangan yang diinginkan. Semoga uraian singkat ini bermanfaat bagi kita semua. 


Sumber refresi :

Dr. H Cecep Winata, Msi 
www.wikipedia.co.id
www.google.co.id

putu suardiana April 21, 2013
Read more ...
google.com, pub-2435098089246002, DIRECT, f08c47fec0942fa0
User-agent: Mediapartners-Google Disallow: User-agent: * Disallow: /search Allow: / Sitemap: https://putusuardiana.blogspot.com/sitemap.xml