Results for Kehidupan
Tak perlu berpura-pura sibuk.
Orang dinilai dari karya yang dituntaskan dan bagaimana ia mengerjakannya.
Bukan dari seberapa lama ia duduk di balik meja kerja, atau seberapa banyak pertemuan yang diikutinya, atau seberapa padat jadwal waktunya. Sungguh jauh berbeda pengertian sibuk dengan bekerja.
Pekerjaan terkadang menuntut anda untuk sibuk. Namun, sibuk tidak selalu berarti bekerja. Berperilaku sibuk lebih mudah dilakukan ketimbang bekerja.

Apakah anda sibuk agar tampak bekerja?
Bekerjalah bukan untuk mencari kesibukan, namun untuk menciptakan sebuah karya.
Ayam betina mengerami telur-telurnya dengan sikap tenang dan waspada.
Karena itulah yang terbaik bagi telur-telurnya agar menetas dengan selamat. Ada orang yang mengerjakan banyak hal tanpa harus menjadi sibuk; apalagi berpura-pura sibuk.
Mereka memiliki ketenangan dalam dirinya serta memberikan kepercayaan penuh waspada pada orang lain. Berjalan terburu-buru atau bersikap tergopoh-gopoh seolah tak punya waktu, mungkin mencerminkan kesibukan, namun juga sebuah ketegangan.
Lihatlah, ketenangan pun memberikan hasil yang tak kalah sempurna.

*********************************************************************
SmartWork:
7 SIFAT YANG TAK DISUKAI ATASAN
Buntje Harboenangin
Salah satu kunci sukses dalam bekerja adalah kemampuan bekerja sama dengan “Bos” atau atasan. Untuk itu anda harus menjaga jangan sampai atasan tidak menyukai anda. Nah, sehubungan dengan itu, ada tujuh sifat yang tak disukai setiap atasan — siapapun, dan kapanpun. Ketujuh sifat tersebut yang perlu kita buang jauh-jauh adalah:
1–Pembohong
Siapa suka bekerja dengan orang yang tak jujur? Tentu tak ada. Siapapun sukar bekerja dengan orang yang akan mengatakan A padahal kenyataannya B.
Apalagi seorang atasan yang menggantungkan informasi pada bawahannya. Ia pasti tak suka bila ada yang mengatakan laporan sudah dikirim, padahal belum. Mungkin anda takut atasan akan marah sehingga terpaksa berbohong.
Tetapi, jangan lupa, begitu dia tahu anda berbohong, dia akan lebih kecewa dan jengkel. Apalagi kalau ketidakjujuran itu menyangkut uang atau harta perusahaan. Bukan tidak mungkin anda akan diberhentikan.
2–Melempar Tanggung Jawab
“Bukan saya, tetapi mereka yang …,” inilah kalimat yang acapkali diucapkan oleh pelembar tanggung jawab. Sudah jelas-jelas bahwa kekeliruan pengiriman barang adalah kesalahannya dalam menulis pesanan, tetapi dia katakan pemasoklah yang salah mengirim. Sifat seperti ini tak akan disukai atasan.
Umumnya atasan masih bisa menerima terjadinya kesalahan yang tak disengaja tetapi akan jengkel bila si pembuat kesalahan ternyata tak mau bertanggung jawab.
3–Pembelot
Sifat inipun sangat menjengkelkan setiap atasan. Atasan mana yang tak kesal jika perintahnya dianggap angin lalu. Contohnya, sudah diatur bahwa laporan mingguan harus diserahkan setiap akhir minggu, tetapi Tito tak pernah mau membuatnya. Kalau ditagih malah mengatakan sistem laporan itu tak ada gunanya dan kemudian mengajak berargumentasi. Atasan pun membenci bawahan yang suka menerobos dan mengabaikan prosedur. Anton, misalnya, seorang salesman, dengan gampangnya menjanjikan potongan harga yang lebih
besar daripada potongan yang ditetapkan. Akibatnya? Atasan jadi repot menghadapi tuntutan pelanggan. Bagi Anton, yang penting targetnya tercapai, dagangannya laku, dan soal prosedur adalah omong kosong. Sifat membelot dan main sodok ini bukan sifat yang baik dari seorang bawahan.
4–Tak Disiplin
Setiap perusahaan punya aturan, dan salah satu tugas atasan adalah menjaga agar aturan berjalan lancar. Tentu dia akan jengkel apabila anda sering terlambat masuk kantor, ngobrol tak berketentuan selama jam kerja, sering absen tanpa alasan, dan sebagainya Dan ketidakdisiplinan ini bukan saja menjengkelkan, tetapi juga seperti penyakit yang mudah menular pada karaywan lain.
5–Selalu Mengeluh
Asti sebenarnya rajin dan baik hati, sayangnya dia punya segudang keluhan. Ada saja yang dikeluhkan. entah itu AC yang kurang dingin, deadline yang mepet, tugas terlalu bertumpuk, teman kerja cerewet, kursi terlalu keras, dan sebagainya. Celakanya semua keluhan ini dia tumpahkan pula pada atasannya di setiap kesempatan. Tentu saja atasan jadi kesal. Atasan khan bukan psikolog atau penampung keluhan. Mungkin Asti hanya cari perhatian, tetapi yang pasti sifat suka mengeluh ini tak akan pernah disukai atasan.
6–Loyo
Tak ada atasan yang suka pada bawahan yang tampak loyo dan tak bersemangat. Keloyoan ini bisa tercermin dari muka murung, tampang mengantuk, atau pakaian acak-acakan. Bisa juga terlihat kalau sedang mengerjakan tugas dengan malas-malasan, atau setengah hati, lamban, dan akhirnya mengganggu kelancaran pekerjaan. Bukan itu saja, yang membuat atasan tak suka hal demikian, karena keloyoan akan mudah menciptakan suasana kerja yang tak bergairan pada orang lain.
7–Tak Punya Dedikasi
Dedikasi artinya pengabdian. Seorang bawahan yang berdedikasi tak hanya menyelesaikan tugasnya dengan baik. Kalau perlu ia pun mau bekerja di luar jam kerja tanpa terlalu mempersoalkan imbalan. Bahkan tak segan untuk membantu pekerjaan orang lain bila diminta. Yang penting baginya semua pekerjaan lancar dan perusahaan pun maju. Sebaliknya ada bawahan yang selalu berhitung untung rugi. Dia hanya mau mengerjakan tugasnya sendiri dengan seadanya saja tanpa mau mengejar prestasi. Pulang selalu tepat waktu, bahkan jam kerja belum lagi usai dia sudah berkemas-kemas. Bila diberi tugas di
luar jam kerja mungkin masih mau menerima tetapi dengan muka masam atau langsung menolak. Sifat semacam ini sungguh menggemaskan atasan.

*********************************************************************
CEO’s Tips:
AMBILLAH JATAH CUTI ANDA
Jeffrey J. Fox
Kebodohan seorang manajer menyebabkan mereka tak bisa memperoleh cuti.
Karenanya, anda harus bisa menyusun tugas, pekerjaan dan tanggung jawab agar anda terhindar dari macetnya fungsi bagian anda ketika anda tak berada ditmpat. Sebab, adakalanya anda harus melakukan perjalanan keliling untuk menemui para mitra bisnis.
Bagi para peniti karier, ada beberapa alasan untuk mengambil cuti.
Misal, melakukan perjalanan yang memberi peluang untuk bertemu dengan orang yang berpotensi membantu karier anda kelak. Atau, mengamati gaya hidup, trend baru, cara-cara lain dalam menjalankan bisnis, datau meningkatkan pengetahuan anda. Cuti juga dapat anda gunakan untuk menulis sebuah buku atau melatih ketrampilan anda, misal, fotografi. Singkatnya, cuti adalah waktu paling tepat untuk memikirkan dan membuat rencan. Anda juga bisa sekedar mengambil liburan untuk menjaga kesegaran otak anda saat kembali menghadapi pekerjaan dan menyelesaikan tugas-tugas yang berlimpah.
Jangan pernah melakukan perjalanan liburan tanpa rencana. Buatlah rncana itu jauh-jauh hari. Pilihlah tempat tujuan untuk menghabiskan liburan setahun sebelumnya, Kemudian, anda harus segera memberitahukan jadwal keberangkatan anda pada atasan. Jangan pernah membatalkan rencana cuti.
Jangan pula memberikan nomor telepon tempat anda berada pada kantor. Saat mengambil cuti, perluas pengalaman anda dan pergilah ke tempat yang berbeda-beda. Tapi jangan pernah anda tak mengambil jatah cuti anda.

Sumber: http://bloghaslimnursalim.blogspot.com/2009/05/bekerja-bukan-sekedar-untuk-mencari.html
putu suardiana July 18, 2014
Read more ...


Ada 16 tipe kepribadian, masing-masing termasuk salah satu dari 4 temperamen, yang diteliti oleh David Keirsey.

Temperamen 1: Protectors (SJ)
ESTJ – Overseer
ESFJ – Supporter
ISTJ – Examiner
ISFJ – Defender


Temperamen 2: Creators (SP)
ESTP – Persuader
ESFP – Entertainer
ISTP – Craftsman
ISFP – Artist

Temperamen 3: Intellectuals (NT)
ENTJ – Chief
ENTP – Originator
INTJ – Strategist
INTP – Engineer

Temperamen 4: Visionaries (NF)
ENFJ – Mentor
ENFP – Advocate
INFJ – Confidant
INFP – Dreamer

Silakan anda tes di sini: http://www.mypersonality.info/personality-types/


Definisi perbedaan hasilnya:
- (E) xtraverted vs (I) ntroverted,
- (S) ensing vs i (N) tuitive,
- (T) hinking vs (F) eeling,
- (J) udging vs (P) erceiving:

Quote:
Extraverted (E)
Extravert adalah kecenderungan untuk berfokus pada dunia di luar diri. Orang2x extraverts menikmati interaksi sosial dan cenderung antusias, verbal, tegas, dan animasi. Mereka menikmati pertemuan2x sosial yang besar, seperti pesta dan segala macam aktivitas kelompok. Orang2x extraverts cenderung untuk menikmati waktu yang dihabiskan dengan orang-orang dan mendapat energi dari interaksi sosial.
Ciri-ciri Orang Extravert
* Suka berteman
* Asertif
* Cerewet
* Sosial / keluar
* Suka berkelompok, pesta, dll
* Mendapat energi dari interaksi
* Ekspresif & antusias
* Sukarelawan informasi pribadi
* Perhatiannya mudah dialihkan
* Mempunyai banyak teman

Introvert (I)
Introvert adalah kecenderungan untuk berfokus pada dunia di dalam diri. Orang2x introvert cenderung tenang, damai dan hati-hati dan tidak tertarik pada interaksi sosial. Mereka menyukai aktivitas yang bisa mereka lakukan sendiri atau dengan salah satu teman dekat yang lain, kegiatan seperti membaca, menulis, berpikir, dan menciptakan. Orang2x introvert merasa kegiatan pertemuan sosial melelahkan.
Ciri-ciri Orang Introvert
* Mendapat energi dari waktu menyendiri
* Menjaga privasi
* Tenang
* Bertindak dengan sengaja
* Sadar diri
* Lebih sedikit teman-teman
* Lebih menyukai kelompok kecil
* Independen
* Cenderung kurang bersosialisasi
* Suka kesendirian
* Berpikir sebelum berbicara

Sensing (S)
Sensing adalah bagaimana orang memproses data. Orang2x Sensing berfokus pada masa kini, orang2x yang mementingkan situasi “di sini dan sekarang”, faktual, dan memproses informasi melalui panca indra. Mereka melihat hal-hal sebagaimana adanya, mereka adalah pemikir konkret.
Ciri-ciri Orang Sensing
* Konkret
* Realistis
* Hidup di masa kini
* Sadar sekelilingnya
* Memperhatikan detil
* Praktis
* Mengutamakan indra
* Faktual
Intuisi (N)
Intuisi adalah bagaimana orang memproses data. Orang2x intuitif berfokus pada masa depan dan kemungkinan2x. Mereka memproses informasi melalui pola dan tayangan. Mereka membaca yang tersirat, mereka adalah pemikir abstrak.
Ciri-ciri Orang Intuitif
* Berfokus pada masa depan
* Melihat kemungkinan2x
* Inovatif
* Imajinatif
* Berpikir dalam
* Abstrak
* Idealis
* Rumit
* Teoritis

Thinking (T)
Thinking adalah bagaimana orang membuat keputusan. Orang2x Thinking berpikir obyektif dan membuat keputusan berdasarkan fakta. Mereka dipimpin oleh otak, bukan hati mereka. Orang2x Thinking menilai situasi dan orang lain berdasarkan logika.
Ciri-ciri Orang Thinking
* Logis
* Obyektif
* Memutuskan dengan kepala
* Menginginkan kebenaran
* Rasional
* Tidak personal
* Kritis
* Tebal muka
* Tegas terhadap orang lain
* Didorong oleh pikiran

Feeling (F)
Feeling adalah bagaimana orang membuat keputusan. Orang2x Feeling berpikir subyektif dan membuat keputusan berdasarkan prinsip-prinsip dan nilai-nilai. Mereka diperintah oleh hati/perasaan, bukan kepala/otak mereka. Orang2x Feeling menilai situasi dan orang lain berdasarkan pada perasaan dan keadaan khusus.
Ciri-ciri Orang Feeling
* Memutuskan dengan hati
* Tidak suka konflik
* Berbelas kasihan
* Didorong oleh emosi
* Lembut
* Mudah terluka
* Memiliki empati
* Peduli orang lain
* Hangat

Judging (J)
Judging adalah kecenderungan penampilan luar. Judging tidak berarti “menghakimi”. Orang2x Judging menyukai keteraturan, organisasi dan berpikir secara berurutan. Mereka lebih suka hal2x terencana dan mantap. Orang2x Judging mencari kesimpulan.
Ciri-ciri Orang Judging
* Bisa memutuskan
* Terkendali
* Bagus dalam menyelesaikan sesuatu
* Teratur
* Terstruktur
* Terjadwal
* Cepat dalam menangani tugas
* Bertanggung jawab
* Menyukai kesimpulan
* Membuat rencana

Perceiving (P)
Perceiving adalah kecenderungan penampilan luar. Orang2x Perceiving bersifat fleksibel, menyukai adanya banyak pilihan dan berpikir secara acak. Mereka suka bertindak secara spontan dan mudah beradaptasi. Orang2x Perceiving suka hal2x yang berakhir dengan pilihan bebas.
Ciri-ciri Orang Perceiving
* Bisa beradaptasi
* Rileks
* Terorganisir
* Bebas
* Spontan
* Suka berubah di tengah jalan
* Menyukai pilihan bebas
* Suka menunda-nunda
* Tidak suka rutinitas
* Fleksibel



 
Sumber:
  1. http://www.mypersonality.info/personality-types
  2. http://www.informasi-seminar.com/artikel-hrd/16-tipe-kepribadian/
putu suardiana July 04, 2014
Read more ...

Tulisan Sdr.Henky Kuntarto
Akhir minggu kemarin saya melayat seorang kerabat yang meninggal dunia, masih family dekat dan usianya lebih muda dari saya. Ini seperti suatu pengalaman yang berulang2 kita alami, mendoakan kerabat yang meninggal sampai saatnya nanti kita juga akan mengalaminya. Tetapi selalu ada pertanyaan di benak saya ; bagaimana kehidupan yang akan dialami selanjutnya?
Dulu saya menganggap kematian adalah rahasia tuhan dan manusia tidak akan bisa mengetahui yang terjadi setelah kematian selain apa yan tertulis dalam kitab Suci. Banyak buku bercerita tentang hal tersebut yang hanya mengutip dari ayat2 yang tertulis dalam kitab sambil membayangkan kondisi yang terjadi di alam kubur maupun hari kebangkitan, jadi kita hanya bisa mendengarkan hal tersebut dari orang lain atau kitab yang ditulis lebih dari seribu tahun yang lalu dan bukan dari pencarian kita sendiri, ataupun pengalaman dari hasil riset dan observasi aktual terhadap pikiran bawah sadar manusia.
Kemudian secara tidak sengaja saya menemukan buku “Journey of Souls“, buku ini menceritakan tentang hasil observasi seorang hypnotherapis bernama Michael Newton terhadap pikiran bawah sadar manusia, terutama tentang pengalaman dari roh selama jeda antar kehidupan, yaitu dari sebuah kematian sampai ke kehidupan selanjutnya. Selama ini kita jarang mengobservasi memori pikiran bawah sadar kita, padahal kita tau bahwa kapasitas otak kita hanya digunakan maksimum 10%, lalu ngapain yang 90% lagi?
Ternyata ada banyak memori bawah sadar kita yang tersimpan di dalam diri kita, yang kita sendiri tidak ingat/lupa, jangankan kehidupan sebelumya, masa kecil kita aja banyak yang kita sudah lupa. Tetapi hal itu ternyata bisa dibuka dengan membangkitkan pikiran bawah sadar tersebut, hypnosis adalah salah satu methode, selain itu bisa juga dengan cara meditasi. Ada banyak buku yang menulis tentang hasil observasi ini.
Dengan membuka pikiran bawah sadar kita akan bisa melampaui dunia materi yang kita jalani saat ini, kita akan menyadari, bahwa kita sesungguhnya adalah jiwa yang sedang mengalami pengalaman manusia. Pada saat kita hidup di dunia materi/fisik, pikiran/ego menutupi kenyataan sebenarnya dari siapa diri kita. Jadi bila kita memahami suatu ajaran dengan pikiran/ego, kita tidak akan menemukan siapa diri kita sebenarnya, yang muncul hanyalah bayangan dari pemikiran kita sendiri.
Diri kita ini terdiri dari tubuh, pikiran dan jiwa. Dalam kehidupan dunia fisik ini, terutama setelah dewasa kita semakin jarang mendengarkan jiwa, sehingga kehidupan ini sangat dikendalikan oleh pikiran dan tubuh. Sebagian besar kegiatan kita ditujukan hanya untuk menyenangkan tubuh dan pikiran. Tubuh selalu ingin kenyamanan, bebas dari sakit, perut kenyang, tidur enak dll, sedangkan pikiran selalu berpikir tentang waktu yaitu masa lalu dan masa depan seperti pengen ini, pengen itu dan kebencian pengalaman masa lalu dll, pikiran kita selalu sibuk berpikir ke depan dan belakang tanpa menyadari, bahwa sebenarnya kita hidup di waktu sekarang, segala sesuatu ttg waktu adalah ilusi. Di saat inilah kita hidup sebenarnya. Eckhart Tolle menuliskan dengan tegas mengenai terpenjaraan kita oleh pikiran dalam buku “The Power of Now” , ia mengatakan bahwa setiap hari pikiran kita terus bercakap-cakap dengan dirinya sendiri dan ini sulit untuk dihentikan. Pikiran punya banyak pendapat, tetapi semua pendapat itu didasari pada apa yang telah terjadi di masa lalu. Akibatnya kita jadi sulit untuk merasakan hal2 yang ada diwaktu sekarang sebagai sesuatu yang baru. Terus menerus berpikir membuat kita tidak bisa menikmati waktu sekarang.
Mungkin inilah yang sekarang saya pahami tentang kematian, jiwa kita hidup dalam suatu perjalanan yang panjang untuk bertumbuh, menciptakan pengalaman, untuk menyembuhkan bagian2 dari diri kita yang harus disembuhkan seperti ketakutan, kebencian, keterpisahan, ego, kecemburuan, kemelekatan dll. Untuk pada akhirnya menyadari bahwa sebenarnya cinta-lah satu2 nya yang ada. God is Love.
Selamat jalan Edwin, Innaillahi Wainnaillahi Rojjiun, semuanya berasal dari Dia dan akan kembali kepadaNya. Perjalanan mungkin masih sangat panjang, tapi kita semua akan menuju kesana. Kita kehilangan tubuh kita dalam kematian, tetapi energi kehidupan abadi kita bersatu dengan kekuatan roh ilahi. Kematian bukan kegelapan melainkan terang. Semoga keluarga diberi ketabahan, amin.

Sumber: dr. Suekantara
putu suardiana April 22, 2014
Read more ...

Oleh : Ellen A. Mogensen
Sementara di Bumi, kita hidup dalam dunia reinkarnasi dan karma. Percaya atau tidak, karma dimulai & berakhir dengan Cinta. Karma dimulai dengan jiwa kita melakukan perjalanan pribadi melalui alam semesta. Karma berakhir bila kita telah menyempurnakan diri dalam kemampuan kita untuk memilih cinta dalam setiap tindakan.
Jadi Apa itu Karma? Sebagai jiwa kita abadi. Kita memiliki kehidupan masa lalu, sekarang, dan masa depan. Untuk bertumbuh dalam kasih, sukacita, dan kesadaran, kita berinkarnasi dalam serangkaian tubuh fisik untuk mengalami eksistensi yang berbeda. Kita telah atau akan mengalami kedua jenis kelamin, semua ras, agama, dan etnis di banyak masa kehidupan
Karma berarti bahwa “ketika kita menabur, demikian pula yang akan kita tuai” dalam masa kehidupan ini atau kehidupan lain sampai kita mengerti konsekuensi lengkap dari semua tindakan kita. Karma adalah prinsip sebab dan akibat, aksi dan reaksi, total keadilan kosmik dan tanggung jawab pribadi.
Ada 4 jenis karma yang bekerja dalam kehidupan : •
• Sanchita Karma: hasil akumulasi dari semua tindakan kita di masa lalu kehidupan. Ini adalah total utang kosmik kita. Setiap saat, setiap hari kita menambah atau mengurangi utang kosmik ini.
• Prarabdha Karma: porsi dari “Sanchita” karma kita yang sedang bekerja di dalam kehidupan sekarang. Jika Anda menyetujui untuk membayar utang Anda dalam kehidupan ini, maka lebih banyak utang masa lalu yang bekerja dalam kehidupan ini.
• Agami Karma: porsi tindakan dalam kehidupan sekarang yang menambah “Sanchita” karma Anda. Jika Anda gagal untuk membayar utang Anda, maka lebih banyak utang akan ditambahkan ke “Sanchita” karma dan akan dibawa ke kehidupan masa depan.
• Kriyamana Karma: karma harian, karma instan yang diciptakan dalam kehidupan ini yang langsung mendapat balasannya segera. Ini adalah utang yang dibuat dan kemudian dibayar – yaitu jika kita berbuat salah, tertangkap dan kita menghabiskan waktu di penjara
“Perlawanan terhadap karma adalah sia-sia”: Sebagai Jiwa, kita mengalami siklus konstan kelahiran dan kematian dalam serangkaian tubuh sampai kita belajar semua pelajaran-pelajaran rohani yang merupakan totalitas dari semua pengalaman yang mengajarkan kita. Sampai Anda belajar, Anda akan menemukan bahwa “perlawanan” terhadap aturan karma adalah “sia-sia”.
Aturan Karma mengarahkan Kehidupan kita di Bumi
1: KARMA mengajarkan DENGAN PENGALAMAN bukan untuk menghukum
Meskipun mungkin sering “merasa” seperti hukuman, tujuan dari karma adalah mengajar bukan untuk menghukum. Seringkali cara “yang terbaik” kita belajar adalah menanggung penderitaan yang sama yang telah kita timpakan pada orang lain. Misalnya, saya ingat sedikit tentang kehidupan saya sebagai Komandan di Kota Konstantinopel kuno di mana saya telah membunuh banyak orang tanpa ampun, sering kali dengan sedikit pembenaran. Namun, saya ingat dengan jelas kehidupan di mana karma saya dibayar dengan dibantai sebagai orang Indian dalam peristiwa pembantaian oleh tentara Amerika. Percayalah, saya mempelajari pelajaran tersebut di akhir saat-saat pembantaian yang mengerikan tersebut.
2: KITA SEMUA DI SINI UNTUK BELAJAR PELAJARAN diajarkan oleh KARMA
Kita semua di sini untuk mempelajari pelajaran sebagai “makhluk spiritual dalam fisik manusia”. Pelajaran ini dirancang untuk membantu kita bertumbuh menjadi tingkat yang lebih besar dari kasih, sukacita, dan kesadaran. Mereka mengajar kita untuk “memilih cinta pada setiap saat”, untuk “memaafkan semua orang, semuanya”, dan “hidup bahagia”. Di mana kita tidak memilih cinta, tidak menunjukkan pengampunan, tidak mengajarkan toleransi, atau tidak menampilkan belas kasih, karma akan mengintervensi kita untuk menempatkan kita kembali di jalan pelajaran ini. Cukup sederhana, satu-satunya jalan untuk mencapai keadaan keseimbangan karma adalah memilih cinta.
3: KITA MELUPAKAN KARMA UNTUK MEMASTIKAN APAKAH KITA BELAJAR
Sebelum kita dilahirkan, kita telah menyepakati untuk menempatkan diri kita ke jalan yang kita perlukan untuk belajar. Setelah kita sampai di sini, kita sepakat untuk “lupa” hal ini. Tujuan dari “lupa” ini adalah untuk menjaga kita dari beban masa lalu kita sambil memastikan bahwa kita telah benar-benar belajar dari pelajaran kita. Sebagai contoh, setelah beberapa kali menjadi Jendral di masa lalu hidup saya, dan saya cenderung untuk memperlakukan orang lain dengan cara yang mendominasi . Dalam kehidupan ini, saya ditempatkan di dalam situasi di mana dibutuhkan kerendahan hati yang akan melayani saya lebih baik daripada menjadi seorang “Jenderal diktator “. Hanya ketika saya mampu mengatasi “masalah” ini dan saya akan mengerti mengapa saya ditempatkan ke tempat-tempat karma tersebut.
4: KARMA adalah impersonal, LOGIS, dan dapat diramalkan
Karma memberikan kita kesempatan setiap saat untuk menjadi terbuka untuk tingkatan yang lebih tinggi dari cinta dan kasih sayang. I Ini bekerja secara impersonal: berlaku untuk semua orang, sepanjang waktu, tidak ada pengecualian. Hal ini sangat logis: apa yang kita tabur adalah apa yang kita tuai dalam ukuran yang tepat dan adil. Karma adalah dapat diperdiksi seperti hukum gravitasi: apa yang dilakukan kepada Anda adalah hasil bersih dari apa yang telah Anda lakukan kepada orang lain.
5: KARMA adalah benar-benar ADIL DAN MENCIPTAKAN KEADILAN secara KESELURUHAN
Sebagai contoh, tidak ada orang-orang di penjara yang “tidak bersalah” , mereka berada di sana karena suatu alasan. Jika mereka muncul merasa “tidak bersalah” dalam hidup ini, itu karena mereka “telah bersalah” dalam kehidupan masa lalu dan “harus membayarnya”. Mereka yang merasa”tidak bersalah” merasa “tidak adil” karena mereka tidak melihat penyebab kehidupan ini adalah efek dari kehidupan masa lalu ketika mereka “bersalah”.
6: KARMA MENYEDIAKAN HUBUNGAN ANTARA TINDAKAN DENGAN HASIL
Penyebab yang terjadi di kehidupan ini selalu merupakan efek dari kehidupan sebelumnya. Tujuan dari karma adalah untuk memastikan hubungan antara tindakan kita (penyebab) dengan hasil (pengaruh). “Ini adalah Tuhan maha Pengasih yang membantu setiap jiwa untuk mengembangkan potensi spiritual tertingginya melalui pengalaman.”Ini adalah pengalaman kita yang mengajarkan kepada kita tentang Hukum Cinta.
7: KARMA mengajarkan KITA TANGGUNG JAWAB TOTAL
Tujuan dari karma adalah untuk memberikan kita semua pengalaman yang kita butuhkan untuk berkembang ke tingkat yang lebih tinggi dari kasih, sukacita, kesadaran, dan tanggung jawab. Karma mengajarkan bahwa kita sepenuhnya bertanggung jawab atas kondisi hidup kita. Karma adalah seperti “Thread Mill”. Mereka membuat Anda berjuang sampai Anda menguasai diri Anda dan dapat meningkatkan kesadaran sendiri.
8: KARMA mengajarkan cinta dan kasih sayang UNTUK SEMUA
“Lihatlah bahwa Anda berada di pusat alam semesta … Terimalah segala sesuatu sebagai bagian dari Anda … Bila Anda merasa bahwa tindakan yang Anda lakukan untuk orang lain seperti yang dilakukan kepada diri Anda … Anda akan memahami kebenaran yang lebih besar.” Toleransi membuka pintu untuk kasih sayang dan cinta.
9: KARMA MENUNJUKKAN KITA TENTANG KEUTUHAN DAN KESATUAN DENGAN KEHIDUPAN
Karma menunjukkan kita tentang keutuhan dan kesatuan kita dengan kehidupan. Karma mendorong kita untuk melihat melampaui diri kita sendiri (keesaan) sehingga kita dapat melihat diri kita seperti kita sesungguhnya (keseluruhannya atau Self Realisasi). Setelah kita benar-benar memahami diri kita sendiri, kita dapat melihat keilahian kita ( Realisasi Tuhan) dan kesatuan kita dengan semua kehidupan.
10: KARMA MENDORONG KITA UNTUK MELAYANI DAN KEMUDIAN UNTUK CINTA
Karma mendorong kita untuk melayani. Melayani - berpartner dengan Tuhan – adalah ekspresi tertinggi cinta. Mencintai berarti melayani: melayani adalah pilihan Anda. Ketika Anda menerima tanggung jawab total atas hidup Anda, Anda melihat diri Anda sebagai jiwa dalam pelayanan kehidupan. Ketika Anda melakukannya, Anda menjadi sadar sepenuhnya sebagai rekan kerja dari Tuhan.
11: MEMAHAMI KARMA ADALAH KUNCI MENUJU HARMONY
“Percaya pada karma membuat hidup menjadi murni, kuat, tenang, dan senang. Hanya perbuatan kita sendiri dapat menghalangi kita, hanya kita sendiri akan dapat membelenggu kita. Marilah kita mengenali kebenaran ini, dan kebebasan kita. Alam tidak dapat memperbudak Jiwa dan dengan kebijaksanaan kita mendapatkan kekuatan dan menggunakan keduanya dalam cinta. “
12: UNTUK SETIAP PERTANYAAN, CINTA SELALU JAWABANNYA
” Karma menunjukkan kepada kita bahwa untuk setiap pertanyaan cinta adalah jawabannya. “Cinta adalah tempat kelahiran kita, tempat kita berlindung terakhir, dan alasan keberadaan kita. Jika kita menyadari bahwa belas kasihan dan cinta adalah tujuan akhir dari perjalanan kita, jantung alam semesta akan merespon. “
putu suardiana February 19, 2014
Read more ...
Kecerdasan spiritual adalah kecerdasan yang bertumpu pada bagian dalam diri kita yang berhubungan dengan alam sadar, menjadikan kita kreatif ketika kita dihadapkan pada masalah pribadi, dan mencoba melihat makna yang terkandung di dalamnya, serta menyelesaikannya dengan baik agar memperoleh ketenangan dan kedamaian hati. Kecerdasan spiritual membuat individu mampu memaknai setiap kegiatannya sebagai ibadah, demi kepentingan umat manusia dan Tuhan yang sangat dicintainya.
Tanda-tanda Seseorang yang Cerdas Spiritual
Secara biologis, cerdas secara spiritual atau dekat dengan Tuhan itu harus dibuktikan dengan berada di zona ikhlas yang mensyaratkan tiga hal, yaitu:

1. Gelornbang otaknya harus lebih banyak dalam posisi Alfa dan Tetha
2. Sistem perkabelan otaknya (neuropeptide) serasi dan memunculkan perasaan tertentu kepada Tuhan
3. Tubuhnya harus cukup mengandung hormon serotonin, endorfin, dan melantonin dalam komposisi yang pas.
Dengan kondisi tubuh dalam ketiga syarat tersebut, maka kecerdasan spiritual akan muncul dengan sendirinya. Tanpa ketiga syarat itu, agak sulit dipercaya. Misalnya seseorang mengaku dekat dengan Tuhan tapi hormon di tubuhnya dominan kortisol, yaitu hormon yang muncul pada saat orang stres, bagaimana mungkin? Seseorang yang dekat dengan Tuhan mestinya lebih banyak berada dalam kondisi khusyuk dan rileks.

Sedangkan secara psikologis, bila SQ seseorang telah berkembang dengan baik, maka tanda-tanda yang akan terlihat pada diri seseorang adalah:
1. Kemampuan bersikap fleksibel.
Mampu menyesuaikan diri secara spontan dan aktif untuk mencapai hasil yang baik, mempunyai pandangan yang pragmatis (sesuai kegunaan) dan efisien tentang realitas. Ibarat air, dapat menyesuaikan diri dengan bentuk wadahnya. Demikian pula orang ini mudah mengalah . Dengan demikian dapat menerima berbagai keadaan.
2. Tingkat kesadaran diri tinggi.
Kesadaran diri tinggi berarti telah mengenal dirinya dengan sebaik-baiknya. Dia telah mampu mengendalikan dirinya, misalnya mengendalikan emosi dan dorongan-dorongan lainya. Dengan mengenal dirinya,maka dia juga mengenal orang lain, mampu membaca maksud dan keinginan orang lain.
3. Kemampuan untuk menghadapi dan memanfaatkan penderitaan dan rasa sakit
Hendaknya kita dapat mengambil hikmah yang positif dari semua kejadian yang kita alami. Bagaimanapun mula-mula kita merasa sakithati kehilangan apa yang kita miliki. Namun dari situ kita juga belajar pasrah atau menerima kejadian yang telah kita alami.
4. Kemampuan mengambil pelajaran yang berharga dari suatu kegagalan
5. Kualitas hidup yang diilhami oleh visi dan nilai-nilai
6. Keengganan untuk Menimbulkan Kerusakan
7. Berpandangan holistik.
Melihat bahwa diri sendiri dan orang lain saling terkait dan bisa melihat keterkaitan antara berbagai hal. Dapat memandang kehidupan yang lebih besar sehingga mampu menghadapi dan memanfaatkan serta melampaui, kesengsaraan dan rasa sehat serta memandangnya sebagai suatu visi dan mencari makna dibaliknya.
8. Berani Melawan Arus
Ada kebijaksanaan yang mengatakan, sebaiknya kita hidup mengalir seperti air. Ikuti sajalah kemana arus membawa kita. Namun di sini kita di tantang untuk melawan arus jika dibutuhkan. Kita di tantang untuk menjadi seperti bunga teratai, meskipun hidup di atas Lumpur, tetapi bisa menampilkan keindahannya, tanpa tercemar oleh Lumpur tempat hidupnya.
9. Kemampuan Kontemplasi Tinggi
Kemampuan mendapat inspirasi dari berbagai hal; kemampuan menyampaikan nilai dan makna kepada orang lain(memberi inspirasi); mengamati berbagai hal untuk menarik hikmahnya atau mendapat inspirasi; memiliki kreatititas tinggi dan kemampuan inovasi yang berasal dari inspirasi yang di dapatnya.
10. Kemampuan refleksi diri yang tinggi.
Dia cenderung bertanya ‘mengapa” atau “bagaimana seandainya” sebagai kelanjutan “apa” dan “bagaimana”. Orang ini juga suka bertanya atau merenungkan hal-hal fundamental: dari mana asalnya manusia ini dan kemana arah hidup manusia; dari mana alam semesta ini; mengapa ada takdir dan nasih; dan sebagainya. Mereka juga memiliki kemampuan yang tinggi pula dalam menganalisis persoalan rumit dan persoalan metafisika.


sumber: dr.putu suekantara
putu suardiana February 02, 2014
Read more ...
Tidak ada Waktu Kecuali Waktu ini
Oleh : Neale Donald Walsch
Tidak ada waktu kecuali waktu ini. Tidak ada moment kecuali momen ini. Hanya ada sekarang. Waktu yang kita sadari ada sebenarnya adalah khayalan dan imajinasi kita, kontruksi dalam pikiran kita, yang dalam realitas tertinggi sebenarnya tidak ada. Segala yang pernah terjadi, sedang terjadi, dan yang akan terjadi, semua terjadi saat ini juga.
Waktu bukanlah sesuatu yang berkelanjutan, itu hanyalah unsur relativitas yang hadir secara vertikal, bukan horizontal. Jadi bukan batas waktu yang terentang dari beberapa titik batas hingga beberapa titik batas di alam semesta ini, melainkan sesuatu yang atas dan bawah. Kita bisa membayangkan sebuah gelendong yang mewakili saat abadi dari sekarang, dimana setiap lembaran kertas berada satu diatas yang lainnya. Inilah unsur unsur waktu. Setiap unsur terpisah dan berjarak, namun masing masing berada serempak bersama yang lain. Semua kertas itu serempak berada pada gelendong tadi. Sebanyak yang akan ada, sebanyak yang pernah ada.
Kitalah yang sebenarnya bergerak, bukan waktu. Waktu tidak punya gerakan, yang ada adalah sebuah momentum. Ilmu pengetahuan telah membuktikan hal ini secara matematis. Jika kita bergerak cukup jauh dan cukup cepat, kita akan tertarik kembali ke Bumi dan mengawasi diri kita sendiri sedang tinggal landas. Ini memperlihatkan bahwa waktu bukan gerakan, namun kutub yang melaluinya kita bergerak. Suatu saat kita akan menyadari bahwa Bumi tidak hanya berputar, tapi juga terbang. Kita akan melihat bahwa bumi bergerak melalui ruang angkasa mengelilingi matahari.
Jadi kita lihat bukanlah waktu yang melewati , namun benda bendalah yang melewatinya dan bergerak di dalamnya, medan statis yang kita sebut ruang. Waktu adalah cara kita menghitung gerakan gerakan itu. Para ilmuwan memahami hubungan ini dan karenanya sering mengkaitkannya dengan kesinambungan ruang-waktu.
Einstein dan rekan2nya menyadari bahwa waktu adalah kontruksi mental, sebuah konsep relasional. Waktu adalah apa yang relatif terhadap ruang diantara benda, jadi seandainya alam semesta ini melebar, maka bumi membutuhkan waktu yang lebih lama untuk berputar mengelilingi matahari, karena lebih banyak ruang yang ditempuhnya.
Einstein juga berteori bahwa seandainya bukan waktu yang bergerak, melainkan dirinyalah yang sedang bergerak melewati ruang pada tingkat tertentu, maka ia cuma tinggal mengubah jumlah ruang diantara benda, atau mengubah tingkat kecepatan yang dengannya ia bergerak melewati ruang dari benda yang satu ke benda yang lain, untuk mengubah waktu. Teori umum relatifitas ini meluaskan pemahaman abad modern tentang adanya korelasi ruang dan waktu.
Kita selalu berada di tempat kesinambungan ruang-waktu dimana kita secara sadar tidak menyadari peristiwa itu. Kita tidak tahu itu telah terjadi dan kita tidak ingat masa depan kita. Inilah sifat alpa yang merupakan rahasia waktu, dan justru inilah yang membuatnya mungkin bagi kita untuk memainkan permainan kehidupan yang besar ini.
Manusia adalah makhluk ilahi, yang sanggup memiliki lebih dari satu pengalaman pada waktu yang sama, dan mampu membagi diri kedalam diri yang berbeda selagi kita memilihnya. Kita dapat menjalani kehidupan yang sama berkali kali, dalam cara yang berbeda beda. Dan kita juga bisa menjalani kehidupan pada waktu yang berbeda pada kesinambungan itu. Jadi selagi kita menjadi dirikita, disini, pada saat ini, kita juga bisa, pernah menjadia beberapa diri kita yang lain dalam waktu-waktu dan tempat-tempat yang lain(Paralell Universe).
Manusia adalah suatu makhluk proporsi ilahi yang tidak terbatas. Sebagian diri kita memilih mengenal diri kita sendiri sebagaimana identitas yang kita alami saat ini. Namun sama sekali bukan batasan dari jati diri kita, walaupun kita mengiranya demikian.
Kita sedang menggunakan semua kehidupan, seluruhnya dari begitu banyak kehidupan, untuk menjadi dan memutuskan siapa diri kita yang sesungguhnya, untuk memilih sekaligus menciptakan siapa dirikita sesungguhnya, untuk mengalami dan memenuhi gagasan yang sekarang tentang diri kita.
Kita telah menarik orang, peristiwa dan situasi kehidupan kepada kita sebagai sarana yang dengannya kita membentuk versi teragung dan visi terbesar yang pernah kita miliki tentang diri kita. Proses penciptaan ini berlanjut dan berlanjut terus, tak pernah berkesudahan, dan berlapis lapis. Semuanya itu sedang terjadi sekarang juga dan pada banyak tahap.
Dalam realitas yang linear itu kita hanya melihat pengalaman sebagai masa lalu, masa sekarang, dan masa depan. Kita membayangkan bahwa kita hanya memiliki satu kehidupan, atau boleh jadi banyak kehidupan, namun pastilah hanya satu saja pada satu saat. Tapi bagaimana seandainya waktu itu tidak ada? Maka kita akan menjalani semua kehidupan itu sekaligus. Dan memang demikianlah adanya. Kita sedang menjalani kehidupan ini, kehidupan yang baru kita wujudkan sekarang ini, dalam masa lalu kita, masa sekarang, masa depan kita, semuanya sekaligus.
Agak sulit bagi kita untuk memainkan permainan kehidupan ini seandainya kita memiliki kesadaran penuh tentang apa yang sedang terjadi secara keseluruhan, bahkan seandainya bisa, maka permainan itu sudah berakhir. Prosesnya bergantung pada proses yang sedang dirampungkannya, seperti apa adanya, termasuk kurangnya seluruh kesadaran kita itu pada tahap ini.
Jadi sebaiknya kita syukuri proses ini dan terima sebagai karunia terbesar dari Sang Pencipta Terbaik. Rangkulah proses itu, dan bergeraklah melewatinya disertai rasa damai serta kebijaksanaan dan kegembiraan. Gunakan proses itu, lalu ubahlah dari sesuatu yang kita pikul menjadi seauatu yang kita lakukan, sebagai sarana pencipta pengalaman yang paling mengagumkan dari Seluruh Waktu, yaitu pemenuhan Diri Ilahi kita.
Putuskan siapa diri kita, kita ingin menjadi siapa, dan lakukan segalanya sebatas kemampuan kita untuk menjadi orang seperti itu. Gunakan waktu sebagai kerangka, dalam pemahaman kita yang terbatas itu, yang diatasnya kita menempatkan konstruksi ide ide kita yang paling besar. Setiap orang sedang menciptakan segala sesuatu yang sedang dialami saat ini, lihatlah kesempurnaan dari setiap proses.

Semuanya itu mengandung kebenaran tunggal :
HANYA ADA SATU DIRI: AKU
Dan AKU inilah yang dimaksud oleh Shri Krishna di dalam Bhagawad Gita

Kalau saja Shri Krishna lahir pada jaman sekarang, sudah pasti Bhagawad Gita akan dijelaskan melalui Sains dan Teknologi yang terakhir
putu suardiana February 01, 2014
Read more ...

Kekuatan Impian (The Power of Dreams)
Impian dalam bahasa sekarang dikenal dengan sebutan VISI
Untuk memperoleh hal-hal terbaik dalam kehidupan ini, setiap kita harus memiliki impian ( visi ) dan tujuan hidup yang jelas. Setiap kita harus berani memimpikan ( memvisikan ) hal-hal terindah dan terbaik yang kita inginkan bagi kehidupan kita dan kehidupan orang-orang yang kita cintai.
Tanpa impian ( visi ), kehidupan kita akan berjalan tanpa arah dan akhirnya kita tidak menyadari dan tidak mampu mengendalikan ke mana sesungguhnya kehidupan kita akan menuju.

Kekuatan dari Fokus (The Power of Focus)
Fokus adalah daya (power) untuk melihat sesuatu termasuk masa depan, impian, sasaran atau hal-hal lain seperti kekuatan dan kelemahan dalam diri, peluang di sekitar kita, sehingga lebih jelas dan mengambil langkah untuk mencapainya.
Seperti sebuah kacamata yang membantu seorang untuk melihat lebih jelas, kekuatan fokus membantu kita melihat impian, sasaran, dan kekuatan kita dengan lebih jelas, sehingga kita tidak ragu-ragu dalam melangkah untuk mewujudkannya.

Kekuatan Disiplin Diri (The Power of Self Discipline)
Pengulangan adalah kekuatan yang dahsyat untuk mencapai keunggulan. Kita adalah apa yang kita lakukan berulang-ulang. Menurut filsuf Aristoteles, keunggulan adalah sebuah kebiasaan.
Kebiasaan terbangun dari kedisiplinan diri yang secara konsisten dan terus-menerus melakukan sesuatu tindakan yang membawa pada puncak prestasi seseorang. Kebiasaan kita akan menentukan masa depan kita.
Untuk membangun kebiasaan tersebut, diperlukan disiplin diri yang kokoh. Sedangkan kedisiplinan adalah bagaimana kita mengalahkan diri kita dan mengendalikannya untuk mencapai impian dan hal-hal terbaik dalam kehidupan ini.

Kekuatan Perjuangan (The Power of Survival)
Setiap manusia diberikan kekuatan untuk menghadapi kesulitan dan penderitaan. Justru melalui berbagai kesulitan itulah kita dibentuk menjadi ciptaan Tuhan yang tegar dalam menghadapi berbagai kesulitan dan kegagalan.
Seringkali kita lupa untuk belajar bagaimana caranya menghadapi kegagalan dan kesulitan hidup, karena justru kegagalan itu sendiri merupakan unsur atau bahan yang utama dalam mencapai keberhasilan atau kehidupan yang berkelimpahan.

Kekuatan Pembelajaran (The Power of Learning)
Salah satu kekuatan manusia adalah kemampuannya untuk belajar. Dengan belajar kita dapat menghadapi dan menciptakan perubahan dalam kehidupan kita. Dengan belajar kita dapat bertumbuh hari demi hari menjadi manusia yang lebih baik.
Belajar adalah proses seumur hidup. Sehingga dengan senantiasa belajar dalam kehidupan ini, kita dapat terus meningkatkan taraf kehidupan kita pada aras yang lebih tinggi.

Kekuatan Pikiran (The Power of Mind)
Pikiran adalah anugerah Tuhan yang paling besar dan paling terindah. Dengan memahami cara bekerja dan mengetahui bagaimana cara mendayagunakan kekuatan pikiran, kita dapat menciptakan hal-hal terbaik bagi kehidupan kita.
Dengan melatih dan mengembangkan kekuatan pikiran, selain kecerdasan intelektual dan kecerdasan kreatif kita meningkat, juga secara bertahap kecerdasan emosional dan bahkan kecerdasan spiritual kita akan bertumbuh dan berkembang ke tataran yang lebih tinggi.
Semua dari kita berhak dan memiliki kekuatan untuk mencapai kehidupan yang berkelimpahan dan memperoleh hal-hal terbaik dalam kehidupannya.
Semuanya ini adalah produk dari pilihan sadar kita, berdasarkan keyakinan kita, dan bukan dari produk kondisi keberadaan kita di masa lalu dan saat ini.
Sebagaimana dikatakan oleh Jack Canfield dalam bukunya The Power of Focus, bahwa kehidupan tidak terjadi begitu saja kepada kita. Kehidupan adalah serangkaian pilihan dan bagaimana kita merespons setiap situasi yang terjadi pada kita.

sumber: dr. suekantara
putu suardiana January 31, 2014
Read more ...
PENDAPAT BEBERAPA ORANG TENTANG ASAL USUL KITA

• Dari cahaya kita datang, dan pada cahaya kita semua akan kembali. ( Josiane Antonette )

• Ini adalah kasih Tuhan bagi kita yang mengirim kita ke dalam perjalanan kita dan itu adalah kasih kita bagi Tuhan yang memungkinkan kita untuk kembali lagi ke tanganNya yang penuh kasih. ( David Goines )

• Kita semua-mengetahui. Tapi kita telah memilih untuk melupakan sebagian besar pengetahuan kita ini dalam rangka untuk datang ke Bumi dan memiliki pengalaman manusia. ( Laurelynn Martin )

• Perumpamaan Yesus tentang anak yang hilang adalah kisah kosmik masing-masing kita dan setiap manusia. Kita semua lupa bahwa kita adalah anak-anak Tuhan dan bahwa sisi spiritual kita perlu kembali kepadaNya. ( Dr George Ritchie )

• Kita seperti bayi yang sedang merangkak, mencoba belajar bagaimana menggunakan kekuatan dalam diri kita. Ia adalah kekuatan yang maha kuat dan diatur oleh hukum-hukum yang akan melindungi kita dari diri kita sendiri. Tapi ketika kita bertumbuh dan mencari sesuatu yang positif di sekitar kita, hukum itu sendiri akan terungkap. Kita akan diberikan semuanya ketika kita siap untuk menerima. ( Betty Eadie )

• Kita adalah abadi dan tidak bisa dihancurkan. Kita selalu hidup, kita akan selalu, dan tidak ada cara di dunia ini dimana kita bisa hilang. Tidak mungkin bagi siapa saja untuk jatuh ke celah di alam semesta suatu tempat dan tidak pernah terdengar lagi. Kita benar-benar aman dan kita selalu ada selama-lamanya. ( Jayne Smith )

• Setelah menerima rencana penciptaan, kita [sebagai roh] bernyanyi dalam sukacita dan penuh dengan kasih Tuhan. Kita dipenuhi dengan kegembiraan ketika kita melihat pada pertumbuhan yang akan kita miliki di sini di Bumi dan ikatan menggembirakan yang akan kita buat satu sama lain. ( Betty Eadie )

• Bumi bukanlah rumah alami kita dan kita tidak berasal dari sini. Bumi hanya tempat sementara untuk pembelajaran kita dan setiap orang mengembangkan sebuah tingkat tertentu dari cahaya (pengetahuan) di sini. ( Betty Eadie )

• Alasan kita perlu mengalami pemisahan dari realitas total kita ketika kita berada dalam tubuh fisik adalah agar kita menghargai, memperoleh hasil, dan mempelajari semua yang kita dapat pelajari dari kehidupan fisik kita, kita harus kembali menemukan apa yang kita ketahui sebelumnya – dengan cara-cara fisik. Kita juga harus menemukan cara untuk kembali kepada Tuhan. Dengan kebaikan yang kita lakukan kepada satu sama lain di sini, dengan cara kita meningkatkan pikiran kita, dan dengan cara yang kita belajar untuk mengatasi tubuh fisik dan kehidupan fisik, kita mendapatkan hak kita untuk perjalanan yang aman menuju Tuhan, dan dengan melakukan itu, kita juga menghormati Tuhan. ( David Goines )

• Kita harus menciptakan sebagian besar kesempatan kita untuk diri kita sendiri dan Tuhan. Kita akan kembali kepada Tuhan dengan pengetahuan dan pengalaman yang kita telah dapatkan dan Tuhan ditingkatkan oleh pengetahuan dan pengalaman tersebut. ( David Goines )

sumber: dr. Suekantara
putu suardiana January 31, 2014
Read more ...
Seimbangkan Beragama ke Luar dan ke Dalam Diri
Iha camutra wa kamyam
prawrttam karma kirtyate
niskamam jnanapurwam
tu niwrttamupadicyate.
(Manawa Dharmasastra.XII.89)
Maksudnya: Pengertian perbuatan-perbuatan yang menjamin tercapainya harapan-harapan di dunia ini atau di waktu mendatang disebut prawrtta. Tetapi perbuatan-perbuatan yang dilakukan tanpa keinginan akan pahalanya didahului dengan penentuan ilmu disebut niwrti.
UMAT Hindu dalam melakukan kegiatan beragama Hindu nampaknya lebih banyak kecenderungannya di luar dirinya atau disebut Prawrti Marga. Kegiatan itu seperti melangsungkan upacara yadnya dengan banten-nya yang serba besar dan banyak serta dengan waktu berlama-lama dengan melibatkan tenaga yang kolosal. Demikian juga perayaan hari raya agama dengan kemeriahan sosial budaya yang kadang-kadang berlebihan. Demikian juga melakukan tirthayatra yang kadang-kadang sulit dibedakan dengan berpelesiran. Banyak hal itu dilakukan dengan pemahaman yang sangat dangkal dan tak nyambung dengan tattwa yang dikemas dalam kegiatan tersebut seperti yang tertera dalam pustaka sastranya. Kegiatan beragama Hindu yang tergolong Prawrti Marga itu tentunya akan baik dan wajib dilakukan sepanjang dilakukan dengan baik, benar dan wajar sesuai degan petunjuk sastranya.
Di samping itu kegiatan Prawrti Marga itu akan amat bermakna apabila dilakukan seimbang dengan kegiatan Niwrti Marga yaitu beragama ke dalam diri. Dewasa ini paradigma beragama yang seimbang sedang tumbuh dalam masyarakat. Cuma yang perlu dilakukan lebih serius adalah mendorong keseimbangan tersebut secara sadar dan berencana. Dengan tumbuhnya berbagai pasraman dan berbagai kelompok spiritual Hindu, lewat hal itulah kita mengharapkan adanya keseimbangan arah beragama Hindu tersebut. Ritual itu hendaknya menjadi media penguatan spiritual untuk diaktulisasikan meningkatkan kualitas kehidupan individual, sosial dan kelestarian natural. Keseimbangan itu akan menjadikan agama sumber peningkatan mutu hidup dalam segala aspeknya.
Beragama Hindu itu hendaknya dapat dilakukan dengan seimbang antara beragama ke luar diri dan beragama ke dalam diri, seperti dinyatakan dalam Sloka Manawa Dharmasastra XII.89 dan Bhagawad Gita XVIII.80.
Yang dimaksud dengan beragama keluar diri atau Prawrti itu adalah beragama menggunakan semua ciptaan Tuhan yang ada di luar diri manusia. Seperti alam lingkungan dan semua makhluk hidup ciptaan Tuhan yang ada di bhuwana agung ini. Demikian juga mendekatkan diri pada yang tertinggi dan tersempurna jiwa agung alam semesta yang disebut Brahman. Sedangkan beragama dalam diri atau Niwrti adalah beragama dengan menggunakan segala hal yang ada dalam diri kita sendiri terutama atman jiwa dari bhuwana alit.

Upanishad menyatakan: Brahman atman aikyam. Artinya, brahman dan atman adalah sama. Beragma Hindu itu adalah upaya untuk menemukan antara atman yang diselubungi oleh Panca Maya Kosa dengan Brahman yang transenden dan imanent dalam bhuwana agung. Beragama yang Niwrti itu juga menggunakan unsur-unsur dalam diri seperti tingkat kesadaran budhi, kadar kecerdasan intelektual, kadar kepekaan emosional dan keadaan indria dengan semua unsur badan jasmani sebagai perlengkapannya. Beragama dengan Prawrti pun sering konteksnya tidak konek dengan teks sastra sebagai acuan melakukan kegiatan ritual dan seremonial agama Hindu. Misalnya semua upacara yadnya dan hari raya agama Hindu itu tidak ada yang mengajarkan agar umat mengumbar indrianya atau media berhura-hura mengumbar nafsu. Justru ritual Hindu yang sakral itu sebagai media untuk mulatsarira menguatkan daya spiritual.

Daya spiritual itu untuk mengarahkan hati yang cerah, kecerdasan intelektual dan kehalusan emosi. Semuanya itu dapat berdaya guna untuk mengatualisasikan kasih sayang berdasarkan dharma. Hal ini akan terjadi seimbang apabila kegiatan Niwrti itu melakukan pengawasan kesadaran hati nurani untuk memberi pencerahan pada laku intelektual sehingga pikiran yang cerdas itu untuk kebenaran dan kebaikan bersama. Tidak memanjakan pikiran dan perasaan untuk berekspresi tanpa kendali daya spiritualitas. Itulah bentuk beragama yang Niwrti. Jangan kegiatan Prawrti itu justru menutup kegiatan Niwrti. Misalnya melakukan kegiatan beragama yang berhura-hura tanpa dasar sastra. [Weda Wakya - Ketut Wiana, Balipost Minggu, 3 November 2013].
putu suardiana January 19, 2014
Read more ...

Toleransi, adalah kata yang sangat mudah diucapkan tetapi
susah dipraktikkan. Toleransi yang dimaksud termasuk ketika
memilih bahasa atau jargon dalam berkomunikasi antar agama.
Agaknya persepsi diri sebagai mayoritas, sebagai yang terbanyak,
terbesar dan terkuat, melahirkan arogansi terhadap minoritas
yang dipersepsikan sedikit, kecil dan lemah. 
 
Link Download:
Mendebat-Agama-Langit_FINAL.pdf

putu suardiana January 18, 2014
Read more ...


Radite/Minggu Umanis : emerald (jamrud, osadi), jade (giok), peridot (ijo gading), chrysoberyl cat’s eye (narigangga, mata kucing)
Radite Pahing: amethyst (kecubung), ruby (mirah), sapphire (safir, nilam)
Radite Pon: garnet (rudirarnawa/danau darah)
Radite Wage: amethyst (kecubung), yellow sapphire (cempaka)
Radite Kliwon: amethyst (kecubung), yellow sapphire (cempaka), turquoise (pirus, ijo rangreng)
Coma/Senin Umanis: amethyst (kecubung), yellow sapphire (cempaka)
Coma Pahing: ruby (mirah), turquoise (pirus, ijo rangreng)
Coma Pon : moonstone (biduri bulan)
Coma Wage: jade (giok), chrysoberyl cat’s eye (narigangga, mata kucing)
Coma Kliwon: garnet (rudirarnawa), sapphire (safir, nilam)
Anggara/Selasa Umanis: aquamarine (windu segara), moonstone (biduri bulan)
Anggara Pahing: garnet (rudirarnawa), ruby (mirah)
Anggara Pon: sapphire (safir, nilam), chrysoberyl cat’s eye (narigangga, mata kucing)
Anggara Wage: opal (kalimaya), jade (giok)
Anggara kliwon: moonstone (biduri bulan)
Budha Umanis: -
Budha/Rabu Pahing: sapphire (safir, nilam), opal (kalimaya), ruby (mirah)
Budha Pon: Kristal (kecubung air, manik tirta)
Budha Wage: purple sapphire (safir ungu, mirah kecubung), moonstone (biduri bulan)
Budha Kliwon: ruby (mirah), opal (kalimaya)
Wrhaspati/Kamis Umanis: ruby (mirah), turquoise (pirus, ijo rangreng)
Wrhaspati Pahing: moonstone (biduri bulan), ruby (mirah), amethyst (kecubung)
Wrhaspati Pon: ruby (mirah), opal (kalimaya)
Wrhaspati Wage: garnet (rudirarnawa), ruby (mirah), amethyst (kecubung)
Wrhaspati Kliwon: moonstone (biduri bulan), sapphire (safir, nilam), opal (kalimaya)
Sukra/Jumat Umanis: ruby (mirah), moonstone (biduri bulan), amethyst (kecubung)
Sukra Pahing: ruby (mirah), aquamarine (windu segara)
Sukra Pon: yellow sapphire (cempaka)
Sukra Wage: Chrysoberyl Cat’s Eye (narigangga, mata kucing)
Sukra Kliwon: ruby (mirah), sapphire (safir, nilam), amethyst (kecubung)
Saniscara/Sabtu Umanis: ruby (mirah), sapphire (safir, nilam)
Saniscara Pahing: ruby (mirah), moonstone (biduri bulan), amethyst (kecubung)
Saniscara Pon: yellow sapphire (cempaka)
Saniscara Wage: Chrysoberyl Cat’s Eye (narigangga, mata kucing), emerald (jamrud)
Saniscara Kliwon: ruby (mirah), moonstone (biduri bulan), amethyst (kecubung)
(sumber: buku “Tenung Wariga, Kunci Ramalan Astrologi Bali”,  terbitan Bali Aga, disusun oleh I.B. Putra Manik Aryana, S.S, M.Si)
Radite/Minggu Umanis : emerald (jamrud, osadi), jade (giok), peridot (ijo gading), chrysoberyl cat’s eye (narigangga, mata kucing)
Radite Pahing: amethyst (kecubung), ruby (mirah), sapphire (safir, nilam)
Radite Pon: garnet (rudirarnawa/danau darah)
Radite Wage: amethyst (kecubung), yellow sapphire (cempaka)
Radite Kliwon: amethyst (kecubung), yellow sapphire (cempaka), turquoise (pirus, ijo rangreng)
Coma/Senin Umanis: amethyst (kecubung), yellow sapphire (cempaka)
Coma Pahing: ruby (mirah), turquoise (pirus, ijo rangreng)
Coma Pon : moonstone (biduri bulan)
Coma Wage: jade (giok), chrysoberyl cat’s eye (narigangga, mata kucing)
Coma Kliwon: garnet (rudirarnawa), sapphire (safir, nilam)
Anggara/Selasa Umanis: aquamarine (windu segara), moonstone (biduri bulan)
Anggara Pahing: garnet (rudirarnawa), ruby (mirah)
Anggara Pon: sapphire (safir, nilam), chrysoberyl cat’s eye (narigangga, mata kucing)
Anggara Wage: opal (kalimaya), jade (giok)
Anggara kliwon: moonstone (biduri bulan)
Budha Umanis: -
Budha/Rabu Pahing: sapphire (safir, nilam), opal (kalimaya), ruby (mirah)
Budha Pon: Kristal (kecubung air, manik tirta)
Budha Wage: purple sapphire (safir ungu, mirah kecubung), moonstone (biduri bulan)
Budha Kliwon: ruby (mirah), opal (kalimaya)
Wrhaspati/Kamis Umanis: ruby (mirah), turquoise (pirus, ijo rangreng)
Wrhaspati Pahing: moonstone (biduri bulan), ruby (mirah), amethyst (kecubung)
Wrhaspati Pon: ruby (mirah), opal (kalimaya)
Wrhaspati Wage: garnet (rudirarnawa), ruby (mirah), amethyst (kecubung)
Wrhaspati Kliwon: moonstone (biduri bulan), sapphire (safir, nilam), opal (kalimaya)
Sukra/Jumat Umanis: ruby (mirah), moonstone (biduri bulan), amethyst (kecubung)
Sukra Pahing: ruby (mirah), aquamarine (windu segara)
Sukra Pon: yellow sapphire (cempaka)
Sukra Wage: Chrysoberyl Cat’s Eye (narigangga, mata kucing)
Sukra Kliwon: ruby (mirah), sapphire (safir, nilam), amethyst (kecubung)
Saniscara/Sabtu Umanis: ruby (mirah), sapphire (safir, nilam)
Saniscara Pahing: ruby (mirah), moonstone (biduri bulan), amethyst (kecubung)
Saniscara Pon: yellow sapphire (cempaka)
Saniscara Wage: Chrysoberyl Cat’s Eye (narigangga, mata kucing), emerald (jamrud)
Saniscara Kliwon: ruby (mirah), moonstone (biduri bulan), amethyst (kecubung)
(Sumber: buku “Tenung Wariga, Kunci Ramalan Astrologi Bali”,  terbitan Bali Aga, disusun oleh I.B. Putra Manik Aryana, S.S, M.Si)
putu suardiana January 11, 2014
Read more ...
google.com, pub-2435098089246002, DIRECT, f08c47fec0942fa0
User-agent: Mediapartners-Google Disallow: User-agent: * Disallow: /search Allow: / Sitemap: https://putusuardiana.blogspot.com/sitemap.xml