22 September 2015

Asta Brata dan Asta Dasa Berata Pramiteng Prabhu

Kepada Anda, saudara-saudaraku yang kini tengah duduk di kursi sebuah jabatan mulai skala kecil hingga nasional, atau Anda, saudara-saudaraku yang tengah mengerahkan semua energy untuk meraih keinginan menjadi “nomor 1” baik dilingkup sebuah organisasi, perusahaan, pemerintah, daerah dan atau tingkat nasional, atau termasuk Anda saudara-saudaraku yang berkehendak untuk menghindar meskipun dikejar amanah untuk memimpin, atau Anda, saudara-saudaraku yang kini tengah sangat bernafsu untuk bertengger di sebuah singasana kekuasaan, cobalah istirahat sejenak untuk merenungkan secuil kisah berikut ini (Yasasusastra, 2011:xi):

Raja Mabuk Rakyat Teler

Seorang raja Kerajaan Nandaka yang bernama Birhadratha, sedang mengalami kebingungan. Ia pergi ke hutan untuk melakukan pengendalian diri, yaitu berdiri mengangkat tangannya ke atas, sambil menatap matahari. Pada hari yang keseribu dari tapa bratanya, datanglah pendeta bernama Sakyanya. “Hentikan tapa brata anda dan katakan permintaan anda. Kesaktian apa yang anda inginkan?” Raja Birhadratha menyahut dan menyatakan kebingungannya atas ketidakabadian tubuhnya. Demikian pula dengan alam mengalami kepunahan. Seperti serangga kecil bersayap, nyamuk, rerumputan, pepohonan besar, itu muncul dan lenyap. Sang raja juga bingung melihat mahluk-mahluk besar memiliki superioritas yang lebih besar. Mereka dapat menghancurkan para Gandharwa, Asura, Yaksha, Rakhasa, Bhuta, mahluk halus, hantu, ular, dll.

Manusia identik dengan alam. Ketika manusia diberi kedudukan sebagai Raja, ketika salah mengendalikan dirinya maka seolah-olah alampun mempercepat kehancuran dirinya. Demikian juga ketika dia mampu mengendalikan dirinya, maka alampun dirasakan ikut mendukung karena alam dipercayai sebagai penyebab membawa kebaikan maupun keburukan.

Dalam Nitisastra disebutkan kalau raja saleh, rakyatpun saleh, raja jahat rakyatpun jahat. Rakyat akan mengikuti sang raja, sebagaimana raja begitulah rakyatnya.

Selanjutnya dijelaskan dalam Ramayana pada saat Rama menyerahkan Terompah, sebagai simbolis kekuasaan kepada Bharata, dengan wejangan sebagai berikut : “Hilangkah sifat-sifat angkara murka, penghinaan jangan dilakukan, lenyapkan orang mabuk, perbuatan baik merupakan sahabat mulia dan utama. Kemarahan dalam hati harus dihilangkan. Dosa yang bertubi-tubi menimbulkan keonaran dan kehancuran. Rakyat yang baik budi dan setia akan berbalik haluan. Kawan baik makin menjauh, musuhlah yang mendekat. Dosa besar orang yang doyan minum, mabuk, hilap hatinya, pelupa, gelisah, sombong, tekebur, angkuh dan jahat, dan berniat jahat. Lagi pula jangan bohong dan berbuat hina, akan menimbulkan keonaran yang sudah tentu akan menjadi buah bibir. Lagi pula bila ada rakyat yang kelihatan jahat, jangan tinggal diam terhadap hal itu, hendaknya lekas melakukan tindakan yang tegas.

Tuhan menciptakan raja, untuk melindungi ciptaanNya. Untuk mencapai tujuan itu maka sang Raja harus memiliki sifat-sifat yang kekal pada Dewa Indra, Bayu, Yama, Surya, Agni, Waruna, Candra dan Kuwera. Yang kesemuanya tersebut tertuang dalam ajaran Asta Brata.

Raja identik dengan pemimpin. Kalau dicermati kata dasar dari pemimpin adalah “pimpin” yang artinya “tuntun”. Maksudnya adalah seorang pemimpin memerlukan tuntunan, agar mampu berjalan sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang telah disepakati. Untuk dapat dikatakan sebagai seorang pemimpin yang bijaksana maka harus mendasarkan diri kepada konsep Agama, Igama dan Ugama, dalam ajaran Agama Hindu.

Konsep berasal dari Panca Talaning Wisata Budaya, terdiri dari : Agama, Ugama, Igama, Sila Krama dan Sima Krama. Agama adalah agama Hindu yang ada di Bali yang kaya akan falsafah dan mythologi serta ajaran-ajarannya karena ia merupakan perpaduan yang serasi antara Hinduisme, Hindu Jawa dan unsur kebudayaan Bali asli. Ugama adalah pelaksanan dari ajaran agama di bidang upacara dan upakara. Kemudian menimbulkan adanya seni tari, seni sastra, seni krawitan, seni ukir dan seni budaya yang lainnya. Igama adalah ajaran ketata susilaan bagi kehidupan dan penghidupan masyarakat di Bali. Sila Krama adalah Pelaksanaan ajaran-ajaran di atas di dalam masyarakat Bali yang disesuaikan dengan kala, patra dan desa. Sima Krama adalah Pekraman/ silahturahmi anggota masyarakat desa adat yang sudah dilaksanakan sejak waktu yang lalu, maka ia merupakan adat yang mempunyai kesamaan dan perbedaan di masing-masing desa adat.

Patih Gajah Mada dalam mengendalikan Bali setelah ditaklukkan, menggunakan konsep Asta Dasa Berata Pramiteng Prabhu. Yang dimaksud dengan Asta Dasa Berata Pramiteng Prabhu dari Gajah Mada adalah 18 (delapan belas) kewajiban pokok pengendalian diri seorang pemimpin yaitu :
1. Wijaya; bersikap tenang dan bijaksana.
2. Matri Wira; berani membela yang benar.
3. Natanggwan; mendapat kepercayaan rakyat,
4. Satya bhakti a prabhu; taat kepada pemimpin/pemerintah.
5. Wagmi wak; pandai bericara dan meyakinkan pendengar.
6. Wicak saneng naya; cerdik menggunakan pikiran.
7. Sarja wopasana; selalu bersikap rendah hati.
8. Dirotsaha; rajin dan tekun bekerja.
9. Tan satresna; jangan terikat/mengikatkan diri pada satu golongan atau persoalan.
10. Masihi semesta Buwana; bersikap kasih sayang kepada semuanya.
11. Sih Semesta buwana; dikasihi oleh semuanya;
12. Negara Ginang Pratidnya; selalu mengabdi dan mendahulukan kepentingan negara.
13. Dibya cita; toleran terhadap pendirian orang lain.
14. Sumantri; tegas dan jujur.
15. Anayaken musuh; selalu dapat memperdaya musuh.
16. Waspada Pubha wisesa; waspada selalu/introspeksi.
17. Ambeg Paramartha; pandai mendahulukan hal-hal yang lebih penting.
18. Prasaja; hiduplah sederhana.

Kutipan di atas menunjukkan bahwa ; kalau rajanya bingung dengan pergi ke hutan melakukan tapa berata, maka seorang raja akan lebih banyak dipengaruhi oleh sifat sattwamnya. Sehingga segala peraturan yang ada dalam kitab suci akan dilaksanakan dengan baik. Apabila rajanya bingung, kemudian melakukan pengendalian diri melalui kegiatan berburu di hutan berarti dipengaruhi oleh sifat Rajas, sehingga rakyat juga ikut merusak alam seperti membabat hutan. Kalau rajanya bingung, kemudian melakukan pengendalian diri melalui mengkonsumsi minuman keras dan mabuk-mabukan berarti dipengaruhi sifat Tamas, sehingga rakyat juga terkena dampaknya. Kalau rajanya mabuk, rakyatnya juga teler. Rajanya gila, rakyatnya cenderung gila-gilaan. Rakyatnya sebagai pedagang kecil di warung ditangkap menjual miras rajanya harus juga ditangkap.

Pemimpin Mesti Kendalikan Diri

Dari manakah pemimpin itu harus memulai untuk mencapai kesempurnaan? Adalah dari diri sendiri. Setiap orang jadi pemimpin dirinya sendiri. Jika sudah mampu memimpin diri sendiri, barulah ia menjadi pemimpin orang lain.

Seorang pemimpin masyarakat tidak lepas dari kepemimpinan handal yang ada pada dirinya sendiri. Tak bisa lepas dari pengendalian diri atau kontrol panca indrianya sendiri baik jasmani maupun rohani. Betapa pun pandainya, jika tanpa pengendalian diri, tanpa keseimbangan jiwa, maka dipastikan berdampak merosotnya kehidupan masyarakat yang dipimpin.

Kita bisa belajar menjadi pemimpin dari tokoh terdahulu yang diuraikan dalam kitab-kitab agama atau pun naskah-naskah kuno. Sebut saja Yudistira dalam Mahabharata, merupakan pemimpin yang menjalankan dharma, sesuai ajaran Agama Hindu yang dianutnya. Yudistira seorang raja yang baik, terbukti kehidupan rakyat Indra Prasta yang makmur. Benteng pertahanan Indra Prasta yang kuat dan ia memiliki para pendamping yang siap membantu jalannya pemerintahan, seperti Bima, Arjuna, Nakula, Sahadewa, dan para Resi Bhagawan sebagai penasehat.

Suatu ketika Yudistira pernah kehilangan kontrol diri, ia kehilangan pengendalian diri dan keseimbangan jiwa. Pada saat ia diundang untuk bermain dadu, melawan raja Gandara Sakuni, Yudistira menerimanya dengan cepat. Sudah beberapa kali ia kalah, dan harta yang dipertaruhkan sudah banyak pula. Itu sudah cukup menjadi petunjuk. Namun semakin menjadi-jadi, sampai-sampai ia mempertaruhkan kerajaannya. Hanya karena kontrol dan pengendalian diri, terburu nafsu menggebu dan hilangnya keseimbangan jiwa, maka Yudistira kehilangan Indra Prasta di meja judi, atas akal bulus raja Gandara Sakuni.

Hendaknya pemimpin tidak kehilangan kontrol diri dan keseimbangan. Dan perlu diingat tiga hal yang membuat pemimpin itu rusak ialah judi, berburu, bermain wanita, minuman keras, memfitnah, merampas harta benda, dan melukai badan (kekerasan ?). Untuk menjadi pemimpin yang baik hindarilah hal itu. Sesuai dengan apa yang dimuat dalam kitab Manawa Dharma Sastra, VI,7,52.

Saptakasyasya wargasya
Sarwatraiwanu sangginah
Purwam purwa gurutaram
Widyadwyasanamatmawan

Artinya :
Seorang pemimin hendaknya mengendalikan diri dari ketujuh jenis itu, sebagaimana kejahatan yang disebutkan di atas.

Menjadi pemimpin memang tidak mudah. Sekali lagi, perlu pengendalian diri. Pengendalian diri memegang kontrol segala kegiatan untuk mencapai kinerja yang baik dan berhasil. Pemimpin hendaknya menjadi panutan bagi yang dipimpin dalam hal pengendalian diri. Jika sudah saling mengendalikan diri, semua akan terkontrol, tidak ada kesimpang siuran, tumpang tindih, dan kekacauan. Itulah mengapa dalam sloka-sloka mengenai kepemimpinan sangat banyak memuat tentang pengendalian diri, seperti berikut :

Indryanam jaye yogam.
Samatis theddiwanisam.
Jitendriya hi caknoti
Wage sthapayitum prajah

Artinya :
Pemimpin hendaknya siang dan malam seharusnya mengendalikan diri sekuat tenaga, karena ia telah menundukan indrianya sendiri, dapat menguasai diri, pasti mengendalikan rakyatnya.

Begitu pentingnya pengendalian diri, maka seorang pemimpin pastilah muncul sebuah taksu atau karisma, yang mampu mempengaruhi masyarakat. Namun untuk mengendalikan diri inilah yang sulit apalagi mau membuat karisma diri dan mengendalikan rakyat. Untuk itulah seorang pemimpin berpedoman pada sifat kedewataan dan menerapkannya pada kepemimpinannya. Sifat-sifat kedewataannya itu tersurat dalam sloka :

Indra nilaya markanam
Agni ca waruna sya ca
Candra wite ca yo caiva
Matra nir hertya cacwatih

Artinya :
Untuk memenuhi maksud tujuan itu, pemimpin harus memiliki sifat kekal seperti Indra, Vayu, Yama, Surya, Agni, Varuna, Chandra dan Kuwera (Manawa Dharmasastra VII, 4)

Yang dimaksud :
• Indra adalah seorang raja harus mampu mengayomi dan memberikan kehidupan seperti hujan yang turun menyuburkan tanah.
• Vayu seorang pemimpin harus adil seperti hakim,
• Yama seorang pemimpin harus tegas,
• Surya seorang pemimpin harus mampu memberikan penerangan,
• Agni seorang pemimpin harus mampu mengobarkan semangat rakyat,
• Varuna atau laut seorang pemimpin harus memiliki pengetahuan luas,
• Chandra seorang pemimpin harus bisa menyejukkan hati rakyatnya, dan yang terakhir
• Kuwera seorang pemimpin itu harus berdana, untuk kesejahteraan rakyat.

Kalau negara ini ingin baik, tidaklah sulit bagi seorang pemimpin. Cukup melaksanakan Agama, Ugama dan Igama, sesuai ajaran Agama Hindu.


Refrensi:
Yasasusastra, J. Syahban, 2011, Asta Brata – Delapan Unsur Alam Simbol Kepemimpinan, Penerbit Pustaka Mahardika, Yogyakarta.

Prajoko, Ahmad, Asta Dasa Berata Pramiteng Prabu Ajaran Kepemimpinan Gajah Mada, http://www.parissweethome.com/bali/cultural_my.php?id=9, diakses 22 September 2015 Jam 16:05





02 Februari 2015

Jenis, Macam, Pengertian, Definisi Riset Eksploratioris, Konklusif, Deskriptif dan Kausal - Ilmu Penelitian Riset Statistik


A. Riset Eksploratoris

Riset eksploratoris adalah riset yang memiliki tujuan untuk mendapatkan keterangan, wawasan, pengetahuan, ide, gagasan, pemahaman, dan lain sebagainya sebagai upaya untuk merumuskan dan mendefinisikan masalah, menyusun hipotesis, serta dapat dilanjutkan dengan riset lanjutan yang lebih advance.

Sifat-sifat riset exploratory :
- hasil riset bersifat tentatif
- bertujuan untuk lebih memahami akar permasalahan
- dapat dilanjutkan dengan riset lanjutan yang lebih serius
- proses riset tidak terstruktur rapi
- analisa data primer dengan sampel yang kecil
- Informasi dasar berdifat fleksibel

Contoh riset eksploratoris :
- Interview atau wawancara secara mendalam
- FGD / focus group discussion / diskusi berkelompok
- studi kasus yang pernah terjadi
- Analisa data sekunder
- Survey ke para ahli

B. Riset Konklusif
Riset konklusif adalah jenis riset di mana tujuan utama menguji suatu hipotesis atau hubungan tertentu.

Sifat-sifat riset exploratory :
- hasil riset bersifat konklusif
- bertujuan untuk menguji suatu hubungan atau hipotesis
- Hasil riset biasanya digunakan untuk pengambilan keputusan
- proses riset formal serta terstruktur rapi
- analisa data kuantitatif dengan sampel yang besar
- Informasi dasar yang dibutuhkan telah siap

Conclusive Research dapat dibagi menjadi dua macam, yakni :

1. Riset Deskriptif
Riset deskriptif adalah riset yang bertujuan untuk menggambarkan atau mendeskripsikan suatu karakter / karakteristik atau fungsi dari sesuatu hal. Dalam riset ini diperlukan informasi lengkap 6W yaitu why, when, who, what, where dan way. Contoh riset deskriptif adalah seperti bagaimana persepsi konsumen terhadap pelayanan telepon seluler fren mobile-8.

2. Riset Kausal
Riset kausal adalah riset yang bertujuan untuk menentukan hubungan dari suatu sebab akibat / causal dari suatu hal. Contohnya seperti bagaimana hubungan antara harga bbm / bahan bakar minyak terhadap jumlah pengguna sepeda motor.
Sumber: www.organisasi.org

09 Januari 2015

Membuat Judul Skripsi Yang Baik

Bagian awal dalam skripsi adalah judul, membuat judul penelitian atau skripsi sebenarnya tidaklah sulit karena judul akan mengikuti alur dari penelitian tersebut jika proses penelitian dilakukan dengan benar. Namun beberapa kasus memiliki kondisi berbeda ketika kita dituntut untuk mengajukan judul terlebih dahulu. Berikut merupakan tata cara dan aturan penulisan judul yang penulis ambil dari beberapa sumber dan merupakan pengalaman penulis dalam penyusunan skripsi:
  1. Judul dibuat dengan kalimat yang singkat jelas.
  2. Menunjukkan variabel yang diteliti.
  3. Menunjukkan masalah yang diteliti 
  4. Menunjukkan tempat penelitian yang jelas.
  5. Dibuat dengan bentuk piramida terbalik.
  6. Judul mengandung “apa yang akan di rencanakan, dianalisis, dibuat, dikembangkan, oleh peneliti.
  7. Judul mengandung “metode apa yang akan digunakan peneliti dalam risetnya”
  8. Mencantumkan “nama” objek dan “kota” objek. Bila tidak menggunakan objek penelitian, maka dari judul terlihat kepada siapa hasil penelitian tersebut dapat di implementasikan.
  9. Judul skripsi yang kita buat harus mencerminkan isi keseluruhan skripsi
  10. Usahakan judul skripsi yang dibuat menjawab pertanyaan ataupun menawarkan sebuah jawaban.
  11. Hendaknya judul skripsi pun dibuat dengan memperhatikan jumlah kata yang efektif dalam tata cara penulisan skrisi (ingat setiap perguruan tinggi ada beberapa hal yang berbeda dalam penulisannya) sehingga judul dapat di mengerti oleh pembahas.
  12. Judul skripsi pun di buat dengan mempertimbangkan berita atau keadaan yang lagi tren di setiap jurusan yang anda dalami.
  13. Rangkailah kata-kata atau judul sehingga membentuk satu kesatuan yang menarik
  14. Sebaiknya judul skripsi atau penelitian dibuat yang baru, artinya belum ada yang menggunakan namun variabel-variabel penelitian sudah ada yang meneliti, hal ini bertujuan agar ada landasan teori yang kuat untuk mendukung penelitian yang dilakukan.
Kalau masih bingung dengan judul yang akan dibuat, maka dapat dikonsultasikan kepada dosen masing-masing dan bisa di lihat contoh judul penelitian di web penyedia jurnal atau di google scolar. Namun perlu diingat bahwa format penulisan judul akan berbeda di masing-masing universitas.
Berikut beberapa contoh judul yang mungkin bisa dijadikan refrensi dan acuan dalam penulisan skripsi maupun penelitian yang dilakukan:




PENGARUH KECERDASAN SPIRITUAL DAN GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. UTAMA DI KABUPATEN JEMBRANA

 ANALISIS PENGARUH VARIABEL EARNING PERSHARE (EPS), PRICE EARNING RATIO (PER), RETURN ON ASSET (ROA) DAN RETURN OF EQUITY (ROE) TERHADAP HARGA SAHAM (STUDI PADA PERUSAHAAN TEKSTIL YANG LISTING DI BEJ PERIODE 2011-2014)

PENGARUH KERAGAMAN PRODUK DAN HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN DALAM MEMANFAATKAN PRODUK PT. UTAMA .TBK. (STUDI PADA MAHASISWA UNIVERSITAS WARMADEWA DENPASAR)

PENGARUH ELEMEN-ELEMEN BRAND EQUITYTERHADAP NIAT PEMBELIAN KEMBALI PRODUK BATERAI ABC ALKALIN DI KOTA DENPASAR 

PENGARUH PENGGUNAAN CELEBRITY ENDORSER JORGE LORENZO SEBAGAI MODEL IKLAN TERHADAP BRAND IMAGE PRODUK SEPEDA MOTOR YAMAHA DI KOTA DENPASAR
 
PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN FINANSIAL INSENTIF TERHADAP KEPUASAN KARYAWAN PADA RUMAH SAKIT UMUM PURI RAHARJA DENPASAR

 ANALISIS FAKTOR - FAKTOR PERILAKU KONSUMEN YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN NASABAH DALAM MEMILIH KREDIT USAHA RAKYAT PADA PT. BANK RAKYAT INDONESIA KANTOR CABANG DENPASAR GAJAH MADA

FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN KONSUMEN DALAM MEMBELI HANDPHONE MERK IPHONE DI PT. ……….

ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMEN DALAM PEMBELIAN WINE BAREFOOT SAUVIGNON BLANC PADA CV. BALI INDAH DI DENPASAR

PENGARUH BAURAN PEMASARAN (MARKETING MIX) TERHADAP PENJUALAN JASA PRINTING PADA PT. TOHPATI GRAFIKA

 ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN JASA PEMBBIAYAAN KENDARAAN BERMOTOR PADA PT. ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE CABANG DENPASAR

 PENGARUH FASILITAS DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) WANGAYA DENPASAR

ANALISIS KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN NASABAH PADA PT. BANK SINARMAS KC. DENPASAR


02 Januari 2015

Cara mengubah satu halaman menjadi landscape atau portrait pada MS Word 2007

Sering sekali kita perlu mengubah page layout satu halaman saja dari dokumen kita di MS Word 2007 ke posisi melebar landscape atau sebaliknya ke posisi memanjang portrait, biasanya kita butuh landscape karena ada tabel yang memanjang - melebar karena kolomnya banyak. berikut artikel yang saya temuka dari blognya Nisura, semoga bermanfaat.
Untuk mengubah seluruh dokumen menjadi menjadi landscape atau portrait bisa dilakukan dengan cara: klik [Page Layout] - [Orientation] - [Landscape]
Mengubah orientasi dokumen ke Landscape / portrait pada MS Word 2007

Untuk mengubah satu halaman saja dari dokumen menjadi landscape dilakukan dengan cara berikut ini:
- pilih / select baris-baris pada halaman yang akan diubah orientasinya ke landscape
- klik [Page Layout] - [Margins] - [Custom Margins]
- klik [Landscape] dan pilih "Selected Text" pada pilihan "Apply to" dan kemudian [OK]

Kustomisasi margin halaman pada MS Word 2007
Page setup: Landscape + Selected Text pada MS Word 2007 

25 Desember 2014

Daftar Situs Penyedia Jurnal Ilmiah Gratis

Perkembangan dunia akademis menuntut setiap mahasiswa, dosen dan peneliti maupun praktisi akademis untuk bersinggungan dengan jurnal dan ebook. Permasalahan yang dihadapi adalah sulitnya mendapatkan jurnal internasional yang tidak berbayar, karena ketika pencarian junal internasional melalui internet, kebanyakan harus membayar untuk download jurnal tersebut. 


Sebenarnya jurnal internasional gratis tersedia cukup banyak untuk di download. Hanya saja memang dalam pencarian melalui Google lebih banyak keluar halaman-halaman Jurnal yang berbayar. Untuk itu disini penulis akan cantumkan beberapa situs penyedia Jurnal Internasional yang tidak berbayar (Open Access Journals).

Berikut beberapa link yang penulis ketahui dan akan selalu penulis update setiap kesempatan, dan mohon apabila ada informasi yang belum penulis masukkan, dengan hormat penulis mohon masukan teman-teman untuk berbagi informasi. 

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas)
Perpustakaan nasional Republik Indonesia (Perpusnas) menyediakan fasilitas akses ke link atau situs penyedia jurnal berbayar yang sudah di sewa oleh perpustakaan nasional.Namun untuk bisa mengakses jurnal-jurnal tersebut harus mendaftarkan diri menjadi anggota Perpusnas. Cara menjadi anggota Perpusnas bisa dilihat disini

Directory of Open Access Journals
www.doaj.org
Directory of Open Acces Journal menyediakan fasilitas pencarian untuk link-link menuju halaman-halaman Jurnal Internasional gratis.Pada hasil pencarian disebutkan nama dan link website, ISSN, subjek bahasan jurnal tersebut, publisher, negara, bahasa yang digunakan dalam jurnal tersebut, dsb.

Economics E-Journal
www.economics-ejournal.org/
Economics E-Journal menyediakan jurnal-jurnal ekonomi yang tidak berbayar. Tersedia jurnal-jurnal dari berbagai bahasan ilmu ekonomi seperti Makro dan Mikro Ekonomi, Ekonomi Publik, Kebijakan Ekonomi dan lain-lain.

Chemistry Central Journal
http://journal.chemistrycentral.com/home/
Chemistry Central Journal menyediakan jurnal-jurnal gratis dengan bahasan Ilmu Kimia secara umum. Meliputi seluruh aspek ilmu kimia seperti Kimia Analitik, Kimia Lingkungan, Kimia Organik dan Anorganik, dan sebagainya.

Duke Environment Law and Policy Forum
www.law.duke.edu/journals/delpf/
Duke Environment Law & Policy Forum menyediakan jurnal-jurnal mengenai bahasan di bidang hukum.

International Organization of Scientific Research (IOSR)
IOSR adalah asosiasi ilmuwan, ulama Penelitian, Profesor, Direktur, Manajer, Insinyur, orang Farmasi berbagai bidang seperti Teknik, Manajemen, Farmasi, Ilmu Terapan, dan Matematika.
IOSR membantu para peneliti bebas biaya dengan memberikan arah yang tepat dalam penelitian mereka dengan bantuan anggota asosiasi penelitian di seluruh dunia.

ScienceDirect merupakan situs penyedia jurnal, buku dan artikel yang dipublikasikan dalam jurnal Open Access permanen gratis untuk semua orang untuk mengakses segera setelah dipublikasi.

Library Genesis: Scientific Articles
Library Genesis: Scientific Articles menyediakan berbagai jurnal gratis mulai dari tahun lama sampai terbaru yang bisa didownload secara gratis sesuai dengan bidang ilmu dan seri jurnal yang ingin dicari.
 
Mandeley merupakan situs penyedia jurnal online gratis, selain itu mandeley juga menyediakan software dekstop untuk mempermudah pencarian jurnal ilmiah. 

 *NB: Sebaiknya instal Internet Download Manager (IDM) dulu untuk mempermudah dalam download jurnal dan file PDF lainnya.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes