22 Februari 2013

Produk Bersama dan Produk Sampingan

Ketika kita berbicara masalah perusahaan manufaktur yang mengolah bahan baku ke bahan jadi, maka tidak terlepas dari suatu proses produksi. Dalam proses produksi barang, tentu adanya produk yang dihasilkan, dan produk - produk yang dihasilkan dapat dikategorikan ke dalam produk bersama dan produk sampingan. 
Dalam akuntansi biaya produk bersama dan produk sampingan merupakan produk yang dihasilkan dari serangkaian proses produksi, disamping itu juga produk-produk tersebut tidak terhindarkan dari proses produksi. terutama akrena sifat beberapa jenis bahan yang secara bersamaan yang digunakan dalam proses produksi.
Perbedaan antara produk bersama dan produk sampingan hanya terletak pada jumlah harga. Jika dari proses produksi dihasilkan dua atau lebih jenis produk masing - masing harga jual relatif sama maka kedua macam produk yang dihasilkan disebut sebagai produk bersama. Tetapi apabila harga jual dari salah satu atau lebih produk yang dihasilkan berbeda secara signifikan, maka produk tersebut dibedakan dalam kategori produk utama dan produk sampingan.
Antara produk utama, sering tidak mudah dibedakan, khususnya bagi orang awam. Disamping karena bentuk fisiknya yang sama, perbedaan antara produk yang satu dengan produk yang lainnya hanya didasarkan pada ukuran kualitas. Produk utama dapat dibedakan dengan produk bersama didasarkan kriteria antara lain :
1. Produk utama merupakan tujuan utama dari kegiatan produksi perusahaan.
2. Harga jual produk utama haruslah lebih tinggi dari produk sampingan.
3. Proses produksi akan dan harus menghasilkan semua jenis produk.
4. Perusahaan hampir tidak mampu berbuat sesuatu, yang berkaitan dengan jumalah relatif berbagai macam produk yang dihasilkan melalui proses produksi.

Sebelum lanjut kita akan membahas perngertian antara produk bersama dan produk sampingan.
A. Produk bersama :
Produk bersama / gabungan (join product) diproduksi secara bersamaan melalui suatu proses atau serentetan proses umum dimana setiap produk ang dihasilkan emiliki lebih dari nilai nominal dalam bentuk sesuai dengan hasil pemrosesan tersebut. Produksi bersifat simultan karena proses produksi menghasikan seluruh produk tanpa dapat dihindari, akan menyebaban peningkatan kuantitas dari produk atau produk-produk lain, demikian pula sebaliknya, walaupun tidak harus dala proporsi yang sama. Titik pisah batas (split-off-point) didefinisikan sebagai titik di mana produk-produk tersebut dapat dipisahkan sebagai unit-unit individual. Sebelum titik tersebut, produk-produk tadi masih dalam satu kesatuan yang homogen.

B. Produk Sampingan :
Istilah produk sampingan (by-product) umumnya digunakan untuk mendefinisikan suatu produk dengan total nilai yang relatif kecil dan dihasilkan secara simultan atau bersamaan dengan suatu produk lain yang total nilainya lebih besar. Produk dengan nilai yang lebih besar tersebut, biasanya disebut produk utama (main product), biasanya, produsen hanya memiliki sedikit kendali atas jumlah produk sampingan yang diproduksi dalam jumlah yang lebih besar dibanding dengan produk sampingan. Biasanya produsen hanya memiliki sedikit kendali atas jumlah produk sampingan yang diproduksi. Sebaliknya, pengenalan metode teknik yang lebih maju, seperti yang digunakan di industri perminyakan, telah memungkinkan pengendalian yang lebih besar atas jumlah residu dan produk sampingan lainnya. Misalnya, suatu perusahaan yang menyewa truk untuk mengangkut bahan tertentu menemukan bahwa bahan buangan tersebut dapat diguakan sebagai pupuk. Produk sampingan ini sekarang menjadi sumber pendapatan lain untuk seluruh industri.

Selanjutnya akan dibahas metode yang digunakan dalam akuntansi biaya untuk masing - masing produk.

A. Metode yang digunakan sebagai dasar untuk mengalokasikan biaya pada produk bersama.

1. Harga Jual relatif ( sering disebut dengan metode harga pasar ).
2. Harga Jual relatif dengan biaya terpisah ( Titik Pisah-Batas ).
3. Unit Produk rata - rata.
4. Rata - rata tertimbang.

Untuk Contoh Metode Produk sampingan masih direvisi ( sabar ya ^_^) 
Untuk Mahasiswa Universitas Warmadewa Denpasar yang belum ngumpul tugas silahkan sedot gan :D)

Catatan : Untuk metode harga jual relatif dengan adanya biaya terpisah, secara otomatis harga jual akan naik dikarenakan adanya biaya terpisah yang membebani setiap unit produk.

B. Metode yang digunakan sebagai dasat untuk mengalokasikan biaya pada produk sampingan.
Ada beberapa cara untuk memperlakukan produk sampingan :
1. Diakui sebagai tambahan penjualan.
2. Dikurangkan pada harga pokok penjualan.
3. Dikurangkan pada harga pokok produksi.
4. Diakui sebagai pendapatan lain - lain.

Untuk Contoh Metode Produk sampingan silahkan download Disini 
( Untuk Mahasiswa Universitas Warmadewa Denpasar yang belum ngumpul tugas silahkan sedot gan :D)

Catatan : Untuk produk sampingan sangat berpengaruh pada Harga produksi per unit, dimana harga produksi per unit akan mempengaruhi laba bersih yang di terima. ( khususnya pada metode produk sampinganyang dikurangkan pada harga pokok produksi).

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes