23 April 2013

Proses Produksi


Pengertian/ Definisi Proses Produksi, Jenis Proses Produksi dan Reliabilitas Proses Produksi



Pengertian/ Definisi Proses Produksi

        Adapun proses produksi dalam perusahaan, secara umum, dapat dipisahkan menurut beberapa segi, yaitu menurut ujud pproses, menurut arus proses, menurut keutamaan proses, dan menurut penyelesaian proses. Pemilihan sudut pandang yang akan dipergunakan untuk pemisahan proses produksi akan tergantung pada untuk apa pemisahan tersebut dilaksanakan. 
  1. Pemisahan proses produksi menurut ujud proses pada umumnya akan dipergunakan dalam hubungannya dengan kebijaksanaan umum industri dan pemasaran dari produk perusahaan tersebut.
  2. Pemisahan proses produksi menurut arus proses pada umumnya akan dipergunakan dalam penyusunan letak sarana dan fasilitas yang akan dipergunakan.
  3. Pemisahan proses produksi menurut keutamaan proses, pada umumnya dimaksudkan untuk pengendalian proses dalam perusahaan.
  4. Pemisahan proses produksi menurut penyelesaian proses dimaksudkan untuk pengendalian kualitas dalam perusahaan yang bersangkutan


Jenis Proses Produksi

Berikut ini ada beberapa jenis proses produksi berdasarkan beberapa perspektif:

Jenis Proses Produksi Ditinjau dari Ujud Proses Produksi
        Yang termasuk dalam kategori ini antara lain:
  1. Proses Produksi Kimiawi, yakni suatu proses produksi yang menitikberatkan pada adanya proses analisis atau sintesa senyawa kimia. Misalnya produksi alkohol, obat-obatan, accu, dll.
  2. Proses Produksi Perubahan Bentuk, merupakan proses produksi dimana dalam pelaksanaan proses produksinya dititikberatkan pada adanya perubahan bentuk masukan menjadi keluaran untuk menciptakan nilai tambah. Misalnya perusahaan meubel, garmen, sepatu, dll.
  3. Proses Produksi Assembling, merupakan proses produksi yang dalam pelaksanaan proses produksinya akan lebih mengutamakan pada proses penggabungan beberapa komponen menjadi suatu produk tertentu. Misalnya, Mobil, alat-alat elektronik, dll.
  4. Proses Produksi Transportasi, merupakan suatu proses produksi dengan jalan menciptakan jasa pemindahan sesuatu dari dan ke tempat tertentu. Misalnya pengiriman Paket, Angkutan Kota, dll.
  5. Proses Produksi Penciptaan Jasa Administrasi, yaitu proses produksi penciptaan jasa administrasi kepada pihak lain yang memerlukan, misalnya jasa penyusunan laporan keuangan, Biro Statistik, dll.

Jenis Proses Produksi Ditinjau dari Segi Arus Proses Produksi
        Jenis-jenis proses produksi yang masuk dalam kategori ini antara lain:
  1. Proses Produksi Terputus-putus, sering disebut juga proses produksi intermitten. dalam pelaksanaan proses produksi semacam ini, akan terdapat beberapa pola atau urutan pelaksanaan produksi. Pola pelaksanaan produksi yang digunakan hari atau bulan ini sangat mungkin akan berbeda dengan pola atau urutan pelaksanaan proses produksi pada bulan yang lalu atau bulan yang akan datang.
  2. Proses Produksi Terus Menerus atau sering disebut sebagai pola produksi kontinyu. Pada proses produksi semacam ini terdapat pola atau urutan proses produksi yang pasti dan tidak berubah-ubah dari waktu ke waktu.
        Untuk menentukan apakah suatu perusahaan menggunakan proses produksi terus menerus atau terputus-putus bukanlah dilihat dari produk yang dihasilkan, melainkan dilihat dari pelaksanaan proses produksi yang ada dalam perusahaan yang bersangkutan.

Jenis Proses Produksi Ditinjau dari Segi Keutamaan Proses Produksi
        Atas dasar keutamaan proses, proses produksi dalam perusahaan umumnya akan dapat dipisahkan menjadi dua kelompok yakni:
1. Proses Produksi Utama,
merupakan proses produksi dimana proses produksi tersebut sesuai dengan tujuan didirikannya perusahaan yang bersangkutan. Jadi merupakan kegiatan inti perusahaan. Yang termasuk dalam kelompok ini antara lain:
  • Proses Produksi Terus Menerus, yakni proses produksi dimana terdapat pola atau urutan proses produksi yang pasti dan tidak berubah-ubah dari waktu ke waktu.
  • Proses Produksi terputus-Putus, yakni proses produksi dimana terdapat beberapa pola atau urutan pelaksanaan produksi. Pola pelaksanaan produksi yang digunakan hari atau bulan ini sangat mungkin akan berbeda dengan pola atau urutan pelaksanaan proses produksi pada bulan yang lalu atau bulan yang akan datang.
  • Proses Produksi Proses, merupakan prosesproduksi dimana pelaksanaan pengolahan baha baku sampai dengan barang jadi akan melalui suatu proses persenyawaan atau pemecahan. dengan demikian pelaksanaan proses produksi akan sangat bergantung pada jenis bahan baku dan bahan penolong yang digunakan.
  • Proses Produksi Proses yang Sama, merupakan jenis proses produksi dimana terdapat beberapa pekerjaan serta urutan yang sama dalam proses produksi meski produk yang dihasilkan berbeda-beda.
  • Proses Produksi Proyek Khusus, merupakan suatu proses produksi yang dilaksanakan katrena adanya beberapa program khusus atau adanya kepentingan khusus. Apabila proses produksi yang dilaksanakan untuk program tersebut selesai, maka proses produksi juga akan berakhir.
  • Proses Produksi Industri Berat, yaitu proses produksi dimana terdapat berbagai macam aktivitas sehubungan dengan penyelesaian produksi yang sangat komplek. Sedemikian kompleknya sehingga proses tersebut dibagi menjadi subproses-subproses.
2. Proses Produksi Bukan Utama,
merupakan proses produksi yang dilaksanakan sehubungan dengan adanya kepentingan khusus. Proses produksi bukan utama ini hanya merupakan kegiatan penunjang dalam perusahaan yang bersangkutan. yang termasuk dalam kelompok ini antara lain:
  • Penelitian
  • Model
  • Prototype
  • Percobaan
  • Demonstrasi
Jenis Proses Produksi Ditinjau dari Segi PeyelesaianProses Produksi
        Berdasarkan penyelesaian proses, terdapat beberapa jenis proses produksi yang diantaranya:
  1. Proses Produksi Tipe A, merupakan suatu tipe proses produksi dimana dalam setiap tahap proses produksi yang dilaksanakan dapat diperiksa dengan mudah. dengan demikian pengendalian dan pengawasan kualitas dapat dilaksanakan pada setiap tahap proses produksi.
  2. Proses Produksi Tipe B, merupakan suatu proses produksi dimana dalam penyelesaian proses produksi terdapat beberapa ketergantungan dari masing-masing tahap proses produksi, sehingga pengendalian dan pengawasan hanya dapat dilakukan pada beberapa tahap tertentu.
  3. Proses Produksi Tipe C, merupakan proses produksi dengan jalan melakukan proses penggabungan atau pemasangan (assembling) komponen-komponen menjadi suatu produk jadi tertentu.
  4. Proses Produksi Tipe D, merupakan proses produksi yang mempergunakan mesin dan peralatan yang terotomatisasi, dan dilengkapi dengan alat pengendalian dan pengawasan proses.
  5. Proses Produksi Tipe E, merupakan proses produksi dari perusahan-perusahaan dagang dan jasa.
        Ada begitu banyak cara dalam mengklasifikasikan proses produksi, namun dalam hal pengklasifikasian sistem produksi, secara umum sistem produksi sering hanya dikelompokkan menjadi dua kategori, yakni:
  1. Production to order, misalnya pabrik mesin jet, yang hanya akan berproduksi bila ada pesanan dari perusahaan aircraft.
  2. Production to stock, misalnya pabrik radio, berproduksi salah satunya untuk tujuan-tujuan pengadaan persediaan.
        Perbedaan pokok antara sistem produksi berdasarkan pesanan dan sistem produksi untuk persediaan, dapat dilihat dari fokus kegiatan manajemen produksi/operasi kedua sistem tersebut. 
        Fokus kegiatan manajemen produksi/operasi dari sistem produksi untuk pesanan antara lain:
  1. Scheduling merupakan hal yang kritis. Sulit karena setiap pekerjaan atau pesanan bisa jadi memiliki karakteristik pemrosesan yang unik.
  2. Memerlukan pengadaan bahan yang relatif luas atau banyak ragamnya untuk persediaan guna mengantisipasi pesanan yang sifatnya uncertainty.
  3. Persediaan barang jadi tidak menjadi  hal yang penting.
        Sementara fokus kegiatan manajemen produksi/operasi dari sistem produksi untuk persediaan adalah:
  1. Forecasting merupakan hal yang penting dan utama.
  2. Pengendalian persediaan sangat penting dalam sistem produksi untuk persediaan, khususnya dalam perencanaan pembelian dan pengiriman bahan baku dan komponen.
  3. Produksi dalam jumlah besar item persediaan bersifat lebih terstruktur.
        Dalam rangka untuk membantu dalam menganalisis dan mendisain sistem produksi, beberapa ahli mengklasifikasi proses produksi ke dalam kelompok-kelompok sebagai berikut:
a)    Continuous Flow Processes, 
yakni proses produksi yang memiliki ciri-ciri antara lain: 
  • volume produksi sangat besar
  • produk yang dihasilkan terstandardisasi
  • peralatan-peralatan yang digunakan terspesialisasi dan otomatis
  • biasanya merupakan sistem produksi untuk persediaan.
Contoh dari jenis proses produksi ini seperti pabrik kimia, pabrik minyak, dan pabrik gula.

b)    Mass, atau Assembly Line, 
proses produksi yang  bercirikan:
  • volume produksi yang tinggi untuk keseluruhan item yang terpisah-pisah.
  • untuk tiap jenis produk yang berbeda hanya memiliki variasi yan kecil
  • biasanya merupakan sistem produksi untuk persediaan.
Contoh dari jenis ini antara lain pabrik otomobil, peralatan rumah tangga, dan kalkulator elektronik.

c)    Batch, atau Intermitten, 
yakni proses produksi yang bercirikan:
  • memproduksi dalam jumlah (lot sizes) yang relatif sedikit untuk produk-produk yang sejenis atau mirip
  • seperti buku, pakaian, atau anggur.
  • produk-produk dibuat untuk periode produksi jangka yang lebih pendek daripada produksi massa
  • urutan proses produksi biasanya selalu sama
  • Ada kemungkinan terdapat perbedaan yang signifikan dalam hal bahan baku yang digunakan, set-up mesin, dan layout.
  • biasanya merupakan sistem produksi untuk persediaan
d)    Job Shops, 
merupakan jenis proses produksi yang bercirikan:
  • memproduksi produk-produk khusus atau terspesialisasi dalam jumlah yang relatif sedikit, namun variasinya besar.
  • proses produksi secara keseluruhan memiliki aliran proses yang berbeda
  • biasanya merupakan sistem produksi berdasarkan pesanan
Contoh dari jenis proses produksi job-shop antara lain industri perlengkapan mesin, pelengkap komponen-komponen kecil dan printer.

e)    Project, 
merupakan satu jenis proses produksi item-item yang khusus dan unik. Proyek konstruksi merupakan salah satu contoh dari sistem project. Dalam lingkungan manufactur, produksidari item-item yang besar dan kompleks seperti kapal, pesawat terbang dikelola dengan sistem project

Tabel Karakteristik Proses Produksi

Reliabilitas Proses

        Reliability dari proses produksi adalah probabilitas bahwa proses atau sistem produksi akan berjalan dengan memuaskan selama periode waktu tertentu. Apabila dikatakan bahwa reliabilitas suatu proses produksi adalah 85%, ini berarti probabilitas bahwa proses tidak akan mengalami kerusakan atau kemacetan selama periode waktu tertentu seperti satu hari, satu minggu, atau satu bulan adalah sebesar 85%.. Suatu proses produksi yang memiliki reliabilitas yang rendah akan menimbulkan biaya tinggi untuk perawatan dan produktivitasnya rendah.

Menentukan Reliabilitas Total Mesin-Mesin pada Sistem SERIES
        Misalnya ada beberapa mesin dan robot yang operasinya merupakan satu series, jika reliabilitas masing-masing mesin diketahui, maka dapat dihitung total reliabilitas (R) dari sejumlah (n) mesin yang merupakan sistem series.

     
        Secara matematis, Reliabilitas total (R) dari ketiga mesin tersebut apabila reliabilitas masing-masing mesin diketahui (p1, p2, p3, pn), dihitung dengan cara:
                R = p1 . p2 . p3 ......pn 
Rumus tersebut mengasumsikan bahwa setiap mesin independen terhadap yang lain.
        
        Andaikata reliabilitas mesin-1 = 99%, mesin-2 sebesar 98%, mesin-3 sebesar 99% dan mesin-4 sebesar 96%, maka Reliabilitas total sebesar:
            R = (0,99).(0,98).(0,99).(0,96) = 0,96 atau 96%

Menentukan Reliabilitas Total dari Mesin-Mesin pada Sistem PARALEL
        Apabila mesin-4 ada dua buah maka dikatakan bahwa mesin-4 ada pada sistem paralel. 



        Untuk menghitung Reliabilitas Total (R), pertama kali dihitung dulu reliabilitas dari mesin-mesin yang berada pada sistem paralel, dengan cara sebagai berikut:
                R = 1 - (1 - p1).(1 - p2)........(1 - pn)

        Dari persamaan tersebut di atas, maka dapat dihitung reliabilitas total dari dua mesin-4 yang masing-masing memiliki reliabilitas 96%, yakni:

                R mesin-4 = 1 - (1 - 0,96).(1 - 0,96) = 0,9984 atau 99,84%

Selanjutnya dihitung Reliabilitas total dari seluruh mesin, yaitu:

                R = (0,99).(0,98).(0,99).(0,9984) = 0,96 atau 96%



Sumber : Hendra Poerwanto

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes